Pemprov Jatim dan Uni Eropa Perkuat Kolaborasi Produksi Beras Berkelanjutan
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
02 - Jul - 2025, 09:21
JATIMTIMES - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dan Uni Eropa memperkuat kolaborasi dalam produksi beras berkelanjutan. Hal ini menjadi poin penting ketika Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elestianto Dardak menerima kunjungan delegasi Uni Eropa, Selasa (1/7/2026) petang.
Duta besar (Dubes) Uni Eropa Denis Chaibi memimpin rombongannya, didampingi oleh 12 duta besar dan perwakilan negara-negara anggota Uni Eropa. Pertemuan ini membahas kolaborasi dalam mendorong produksi beras berkelanjutan melalui SWITCH-Asia Low Carbon Project (Proyek Beras Rendah Karbon SWITCH-Asia).
Baca Juga : Menulis Jawa, Melawan Kolonial: Kiprah Carl Friedrich Winter dalam Lembar Koran Bromartani
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak menjelaskan, Jatim merupakan provinsi kontributor terbesar kedua bagi perekonomian Indonesia. Selain itu, lanjut Emil, Jatim adalah produsen beras terbesar di Indonesia.
"Lebih dari seperenam dari PDB Indonesia berasal dari Jawa Timur, dan Jawa Timur turut menyumbangkan sekitar 25 persen dari produksi manufaktur nasional. Meskipun Jawa Timur merupakan pusat manufaktur, provinsi kami juga menyandang status sebagai penghasil komoditas agrikultur tertinggi di Indonesia," ungkapnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Lebih lanjut, Emil Dardak menilai, menjaga keseimbangan antara dua sektor yang berbeda tersebut tidak selalu mudah. Oleh karena itu, pihaknya mendukung inisiatif seperti proyek ini, untuk menerapkan metode panen dan pascapanen yang rendah karbon dan lebih ramah lingkungan.
"Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik inovasi dan teknologi praktik pertanian hasil kolaborasi ini yang dapat mengurangi emisi karbon tanpa mengorbankan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani,” papar mantan Bupati Trenggalek itu.
Sementara itu, Dubes Uni Eropa Denis Chaibi memaparkan, SWITCH-Asia Low Carbon Rice Project yang didanai Uni Eropa mendukung aktor produsen beras lokal. Program ini telah memberikan dukungan dan pendampingan ke 150 penggilingan padi di Jawa Tengah dan Jatim, termasuk di Kabupaten Ngawi dan Madiun...