Seberapa Bahaya Panas Musim Kemarau? Kenali Risiko Heat Stroke dan Cara Mencegahnya

Reporter

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

06 - Aug - 2026, 07:54

Ilustrasi panas terik. (Foto: iStock)


JATIMTIMES - Cuaca panas yang melanda berbagai wilayah Indonesia selama musim kemarau tidak hanya membuat aktivitas terasa kurang nyaman, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang serius. Dalam beberapa pekan terakhir, suhu udara di sejumlah daerah bahkan dilaporkan mencapai lebih dari 35 derajat Celsius.

Kondisi ini perlu diwaspadai karena paparan panas yang berkepanjangan dapat memicu dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heat stroke yang termasuk kondisi darurat medis. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengenali dampak cuaca panas sekaligus menerapkan langkah-langkah pencegahan agar tetap sehat selama musim kemarau.

Baca Juga : Kebakaran Hutan Bromo Meluas, Api Mengarah ke Malang Lewati Perbatasan Lumajang

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau tahun ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino sehingga kondisi cuaca di sejumlah wilayah menjadi lebih kering dan berlangsung lebih lama. BMKG juga mencatat suhu udara di beberapa daerah dapat mencapai lebih dari 35 hingga 38 derajat Celsius.

Bahaya Cuaca Panas saat Musim Kemarau

Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh. Berikut beberapa risiko kesehatan yang perlu diwaspadai seperti dirangkum dari laman Alodokter.

1. Dehidrasi

Cuaca panas membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat sehingga cairan tubuh berkurang lebih cepat. Jika tidak segera diganti, seseorang dapat mengalami dehidrasi yang ditandai dengan rasa haus berlebihan, tubuh lemas, pusing, mulut kering, hingga urine berwarna pekat.

2. Heat Stroke

Heat stroke merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat drastis dan mekanisme pendinginan alami tubuh tidak lagi bekerja dengan baik. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan kesadaran, kejang, hingga kerusakan organ apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis.

3. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Musim kemarau juga identik dengan udara yang lebih kering dan meningkatnya debu di lingkungan. Kondisi tersebut dapat mengiritasi saluran pernapasan serta meningkatkan risiko terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

4. Penyakit Kronis Berpotensi Kambuh

Suhu udara yang tinggi membuat jantung bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. Akibatnya, penderita hipertensi, diabetes, maupun penyakit jantung dan pembuluh darah berisiko mengalami perburukan kondisi apabila tidak menjaga kesehatan dengan baik.

Cara Mencegah Dampak Buruk Cuaca Panas

Agar tetap sehat selama musim kemarau, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan, antara lain:

• Minum air putih secara teratur sekitar 2–3 liter per hari atau lebih sesuai kebutuhan, tanpa menunggu rasa haus.

Baca Juga : MBG Terus Dihantui Masalah, Presiden LIRA Minta Program Ditata Ulang Total

• Hindari aktivitas berat di luar ruangan pada pukul 10.00–15.00 WIB ketika intensitas sinar matahari sedang tinggi.

• Gunakan topi, payung, pakaian berwarna terang, masker bila kondisi berdebu, serta tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.

• Perbanyak istirahat di tempat yang teduh atau sejuk jika mulai merasa kepanasan.

• Segera cari pertolongan medis apabila mengalami gejala heat stroke seperti tubuh sangat panas, bingung, pingsan, atau kejang.

Masyarakat diharapkan tetap memantau informasi cuaca dari BMKG dan meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau berlangsung. Dengan menjaga kecukupan cairan tubuh serta membatasi paparan sinar matahari secara langsung, risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas dapat diminimalkan.


Topik

Peristiwa, heat stroke, cuaca panas, bahaya cuaca panas, bmkg,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette