UIN Malang Tembus Top 100 Webometrics, Bukti Daya Saing PTKIN Kian Menguat
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
A Yahya
23 - Jul - 2026, 06:13
JATIMTIMES – Peta persaingan perguruan tinggi nasional semakin menunjukkan peningkatan peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Hal itu tercermin dalam pemeringkatan Webometrics edisi Juli 2026 yang menempatkan 11 PTKIN di jajaran 100 universitas terbaik di Indonesia, termasuk Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang.
Masuknya UIN Malang dalam daftar tersebut memperlihatkan bahwa kampus berbasis pendidikan Islam tidak lagi hanya bersaing di lingkup keagamaan, tetapi juga mampu berkompetisi dengan berbagai perguruan tinggi umum melalui penguatan riset, publikasi ilmiah, hingga transformasi digital.
Baca Juga : Shio Tikus Waspada! Jangan Lakukan 3 Hal Ini, Pertama Jangan Bersikap Sok Tahu
Webometrics sendiri menyusun pemeringkatan menggunakan empat indikator utama, yakni Visibility, Openness, Excellence, dan Impact. Keempat aspek tersebut mengukur seberapa besar pengaruh akademik perguruan tinggi melalui kualitas publikasi, keterbukaan akses informasi, hingga visibilitas institusi di tingkat global.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Prof. Sahiron, menilai capaian 11 PTKIN yang berhasil masuk Top 100 nasional merupakan bukti bahwa transformasi pendidikan tinggi Islam berjalan ke arah yang positif.
"Prestasi ini patut kita syukuri. Kehadiran sebelas PTKIN dalam Top 100 Universitas Indonesia membuktikan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam semakin kompetitif dan mampu berdiri sejajar dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga para mitra yang terus berkolaborasi membangun mutu pendidikan tinggi Islam," ujarnya di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Dalam daftar Webometrics tersebut, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi PTKIN dengan posisi tertinggi. Kampus itu berada di peringkat ke-22 nasional sekaligus menempati posisi 1.115 dunia. Selanjutnya ada UIN Sunan Gunung Djati Bandung di peringkat 24 nasional dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di posisi 41 nasional.
Selain UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, PTKIN lain yang masuk dalam kelompok 100 besar nasional yakni UIN Raden Intan Lampung, UIN Sumatera Utara, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan UIN Walisongo Semarang.
Prof. Sahiron menegaskan, hasil pemeringkatan tersebut memiliki makna lebih luas dibanding sekadar posisi dalam daftar universitas terbaik. Menurutnya, indikator yang digunakan Webometrics mencerminkan peningkatan kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta penyebarluasan hasil penelitian kepada masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pemeringkatan tersebut juga mendorong kampus untuk terus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, memperluas akses terbuka terhadap pengetahuan, memperkuat platform digital, sekaligus meningkatkan visibilitas karya akademik di tingkat internasional.
Baca Juga : Nelayan Asal Banyuputih Hilang saat Melaut, BPBD Situbondo Koordinasi dengan Basarnas Lakukan Pencarian
Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat PTKIN cepat berpuas diri. Persaingan pendidikan tinggi global, menurutnya, akan semakin ditentukan oleh kualitas riset, publikasi internasional bereputasi, inovasi, kolaborasi lintas negara, hingga tata kelola digital yang adaptif.
"Kita tidak boleh cepat berpuas diri. Tantangan pendidikan tinggi ke depan semakin kompleks. Karena itu, PTKIN harus terus meningkatkan kualitas riset, publikasi internasional bereputasi, inovasi, kolaborasi global, penguatan tata kelola digital, serta layanan akademik yang unggul agar mampu bersaing pada level dunia," tegasnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut selaras dengan arah kebijakan Kementerian Agama yang mendorong lahirnya perguruan tinggi unggul, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, PTKIN diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan solusi atas berbagai persoalan melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
"Ke depan, PTKIN harus menjadi pusat keunggulan yang mampu menghadirkan pendidikan berkualitas, riset yang berdampak, serta pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata. Dengan semangat kolaborasi dan perbaikan berkelanjutan, saya optimistis semakin banyak PTKIN yang akan masuk jajaran perguruan tinggi terbaik, baik di tingkat nasional maupun internasional," pungkasnya.
