152 Siswa ADEM Papua Resmi Tempuh Studi di Jatim, Ini Kata Khofifah

Editor

Dede Nana

11 - Jul - 2026, 06:06

Pembekalan dan serah terima murid ADEM Papua Wilayah Jawa Timur Tahun 2026 (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)


JATIMTIMES – Sebanyak 152 peserta didik Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua resmi diserahterimakan kepada satuan pendidikan penerima di Jawa Timur dalam kegiatan pembekalan dan serah terima murid ADEM Papua Wilayah Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar di salah satu hotel di Kota Malang, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi tahapan akhir sebelum para siswa memulai pendidikan di SMA dan SMK yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Jawa Timur. Mulai Senin (13/7/2026), mereka dijadwalkan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bersama siswa lainnya.

1

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai mengatakan, pembekalan diberikan agar para siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan, budaya, dan kehidupan di Jawa Timur sebelum memasuki sekolah masing-masing.

Baca Juga : Antisipasi Kemacetan Pantura, Bondowoso Usulkan Tol Prosiwangi Dibuka Sementara

"Mulai hari Senin nanti mereka siap menempuh pendidikan baru di Jawa Timur dan akan berbaur bersama anak-anak Jawa Timur. Sebelum masuk ke lingkungan sekolah, mereka diberikan pembekalan mengenai kedisiplinan, pengetahuan, serta berbagai hal yang diharapkan dapat membantu mereka menyesuaikan diri dengan kehidupan di Jawa Timur," ujarnya.

Menurut Aries, para peserta ADEM Papua telah berada di Jawa Timur sejak 5 Juli 2026. Selama beberapa hari terakhir mereka mengikuti pendidikan karakter di Yonif 512 bersama TNI Angkatan Darat.

Materi yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan, bela negara, cinta tanah air, kepemimpinan, motivasi belajar, kedisiplinan hingga pembiasaan hidup yang akan mendukung proses adaptasi mereka selama menempuh pendidikan.

2

"Kami berharap ketika tiba di daerah tujuan, anak-anak tidak lagi mengalami culture shock karena sudah memiliki bekal mengenai kehidupan di Jawa Timur," katanya.

Aries menjelaskan, sebanyak 152 siswa tersebut berasal dari berbagai wilayah di Tanah Papua, yakni Papua Barat sebanyak 15 siswa, Papua Tengah 30 siswa, Papua Selatan 35 siswa, Papua Pegunungan 40 siswa, serta Papua dan Jayapura sebanyak 32 siswa.

Selain itu, terdapat pula peserta ADEM Repatriasi dari Kuala Lumpur yang sebelumnya sempat mengalami kendala administrasi dan kini telah siap mengikuti pendidikan di Jawa Timur. Mereka akan ditempatkan di Jember, Lumajang, Blitar, dan Malang.

Adapun peserta ADEM Papua akan disebar ke sekolah-sekolah yang berada di Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Pasuruan, Kota Kediri, Madiun, Probolinggo, Tuban, Jember, dan Nganjuk.

Aries juga mengungkapkan capaian peserta ADEM angkatan sebelumnya yang dinilai membanggakan. Banyak lulusan berhasil diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), hingga sekolah kedinasan.

3

"Kami berharap anak-anak yang hari ini memulai pendidikan kelas 10 dapat melampaui prestasi kakak-kakaknya. Manfaatkan tiga tahun belajar di Jawa Timur dengan sungguh-sungguh dan jangan sia-siakan kepercayaan orang tua maupun masyarakat Papua," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai, mengingatkan bahwa para peserta merupakan anak-anak terpilih dari ribuan pelajar di Papua yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan melalui Program ADEM.

Ia menilai Jawa Timur bukan hanya menjadi tempat belajar di ruang kelas, tetapi juga ruang pembelajaran sosial yang mempertemukan keberagaman budaya, agama, dan suku bangsa.

"Belajar tidak hanya di ruang kelas. Di Jawa Timur kalian akan belajar dari masyarakat, lingkungan, tetangga, dan budaya yang berbeda. Jadikan itu sebagai pengalaman yang memperkaya wawasan," katanya.

Baca Juga : Soroti Manajemen ASN, Komisi A DPRD Jatim Pertanyakan Kebijakan BKD soal Beban Kerja Guru

Velix juga berpesan agar para siswa membangun kebiasaan belajar yang baik dengan rajin mendengar arahan guru, memperbanyak membaca, serta memanfaatkan teknologi secara positif.

"Gunakan handphone bukan hanya untuk media sosial, tetapi juga membaca berita, artikel, jurnal, dan berbagai informasi yang dapat menambah pengetahuan. Dengan begitu wawasan kalian akan semakin luas," ujarnya.

Ia menambahkan, para siswa harus mulai merancang masa depan sejak dini agar setelah lulus SMA atau SMK dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan.

"Kalian adalah anak-anak yang terpilih dari ribuan pelajar di 42 kabupaten di Tanah Papua. Kesempatan ini harus disyukuri dengan belajar sungguh-sungguh dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik," katanya.

Dalam arahannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh peserta ADEM membangun mimpi setinggi mungkin tanpa membatasi pilihan profesi. Ia menyebut banyak tokoh asal Papua yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional, mulai dari pejabat publik, menteri hingga perwira tinggi TNI dan Polri.

"Bangun cita-cita setinggi-tingginya. Yang ingin menjadi dokter, profesor, jenderal, menteri ataupun pejabat publik, semuanya harus dimulai dengan belajar yang disiplin dan rajin membaca," ujar Khofifah.

Khofifah juga menitipkan para peserta didik kepada seluruh kepala sekolah penerima agar memberikan pendampingan selama mereka menempuh pendidikan di Jawa Timur.

"Mereka adalah putra-putri didik kita semua. Tugas sekolah adalah menyiapkan mereka menjadi putra-putri bangsa terbaik," tegasnya.

Ia mengapresiasi prestasi peserta ADEM angkatan sebelumnya yang banyak diterima di perguruan tinggi negeri melalui berbagai jalur seleksi. Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi angkatan 2026 untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

Mengakhiri arahannya, Khofifah menyambut kedatangan para siswa dengan menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan Bumi Majapahit yang mengajarkan nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat persatuan bangsa.

"Selamat datang di Jawa Timur. Kita semua bersaudara. Jadikan persaudaraan ini sebagai bagian dari penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan jagalah Merah Putih," pungkasnya.


Topik

Pendidikan, adem papua, gubernur jatim, afirmasi pendidikan menengah, pelajar papua,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette