Inspektorat Kementerian Pertanian Lakukan Investigasi di Kalipare, Pastikan Program Pemerintah Tepat Sasaran
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Nurlayla Ratri
06 - Jul - 2026, 06:59
JATIMTIMES - Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian melakukan audit investigasi kepada sejumlah petani hingga pekerja lahan di wilayah Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (6/7/2026). Audit dilakukan guna memastikan program pemerintah di sektor pertanian berjalan sebagaimana mestinya hingga ke tingkat daerah.
Dari pantauan JatimTIMES, audit dari Pemerintah Pusat tersebut dipimpin langsung oleh Inspektur Investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Kurniawan Affandi. Sementara proses audit turut dilakukan dengan mewawancarai secara langsung kepada sejumlah petani maupun pekerja lahan.
Baca Juga : Belum Miliki Sekolah Rakyat Permanen, Calon Siswa dari Kota Malang Harus Dititipkan ke Daerah Lain
Selain dari pemerintah pusat, pada serangkaian audit tersebut juga turut melibatkan sejumlah pihak terkait. Termasuk dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang; Person in Charge (PIC) CV Lang Buana, Safik selaku penyalur benih program pemerintah; sejumlah Kelompok Tani (Poktan), hingga Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kalipare, Erry S.
"Kunjungan dari tim Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan pada program pemerintah berjalan dengan baik," ujar Erry saat ditemui JatimTIMES disela-sela berlangsungnya audit.
Selain memastikan program pemerintah telah terealisasi, diutarakan Erry, audit yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat tersebut juga ditujukan untuk memastikan jika bibit dari program pemerintah tersebut juga telah ditanam oleh para petani.
"Kunjungan dilakukan untuk memastikan semua program telah berjalan dengan baik dan anggaran sudah terserap termasuk kepada para petani. Kemudian juga memastikan pelaksanaan bibitnya semua telah ditanam dengan baik," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian juga turut mengaudit program bongkar ratoon. Yakni yang juga berkaitan dengan insentif hari orang kerja (HOK) petani tebu.
Baca Juga : Wabup Gresik Lepas 200 Mahasiswa KKN, Diminta Bawa Solusi Nyata untuk Desa
"Besarannya untuk satu hektarnya yang jelas adalah Rp4 juta, itu merupakan stimulus untuk HOK-nya dan sudah diserahterimakan semua. Semoga nanti untuk ke depannya bisa lebih baik karena ini merupakan program nasional sehingga perlu dukungan dari semua pihak," ujarnya.
Sementara itu, hingga berita ini disusun, serangkaian agenda peninjauan masih berlangsung. Terpantau, proses audit dilakukan pada sejumlah Poktan dari dua desa yang ada di Kecamatan Kalipare.
"Hari ini yang ditinjau ada dua Poktan, sedangkan kalau petani dan pekerjanya total ada sekitar 40-an," pungkasnya.
