Ekonomi Situbondo Tumbuh 5,50 Persen pada Triwulan I-2026, Pertanian Masih Jadi Penopang Utama

22 - Jun - 2026, 12:12

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Situbondo, Ribut Hadi Candra saat dikonfirmasi media, Senin (22/6/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)


JATIMTIMES – Perekonomian Kabupaten Situbondo pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan kinerja yang positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Situbondo mencatat ekonomi daerah tumbuh sebesar 5,50 persen secara tahunan (year on year/y-on-y), didukung kuat oleh sektor pertanian, konsumsi rumah tangga, dan meningkatnya aktivitas pariwisata.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Situbondo, Ribut Hadi Candra, mengatakan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Situbondo pada Triwulan I-2026 atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp7,375 triliun. Sementara atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp4,171 triliun.

Baca Juga : Biaya Visa Jepang Naik Drastis Mulai Juli 2026, Visa Sekali Masuk Tembus Rp 1,6 Juta

"Perekonomian Kabupaten Situbondo pada Triwulan I Tahun 2026 masih menunjukkan kinerja yang positif dengan pertumbuhan sebesar 5,50 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah," ujar Candra saat memaparkan rilis PDRB Triwulan I-2026.

Menurut Candra, selain tumbuh secara tahunan sebesar 5,50 persen, ekonomi Situbondo juga mengalami pertumbuhan sebesar 4,71 persen dibandingkan Triwulan IV-2025 atau secara quarter to quarter (q-to-q). Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih bergerak ekspansif pada awal tahun 2026.

Candra menjelaskan, struktur ekonomi Situbondo masih didominasi oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang berkontribusi sebesar 28,45 persen terhadap total PDRB. Di posisi berikutnya terdapat Industri Pengolahan dengan kontribusi 22,37 persen dan sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 16,13 persen.

"Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi kontributor terbesar dalam struktur ekonomi Situbondo. Selain itu, industri pengolahan dan perdagangan juga tetap menunjukkan kinerja yang positif," kata Candra.

Pertumbuhan ekonomi secara triwulanan terutama ditopang oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh sangat tinggi hingga 22,79 persen. Kinerja positif tersebut dipengaruhi faktor musiman berupa panen raya padi serta meningkatnya hasil produksi perikanan tangkap yang menjadi andalan masyarakat Situbondo.

"Pertumbuhan yang cukup tinggi pada sektor pertanian dipengaruhi faktor musiman, terutama panen raya padi dan peningkatan produksi perikanan tangkap pada awal tahun," jelasnya.

Selain sektor pertanian, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum juga mencatat pertumbuhan sebesar 7,43 persen. Sementara sektor Transportasi dan Pergudangan tumbuh 4,18 persen. Kedua sektor ini terdorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas wisata menjelang momentum hari besar keagamaan.

"Aktivitas pariwisata dan mobilitas masyarakat menjelang hari besar keagamaan turut mendorong pertumbuhan sektor akomodasi, makan minum, serta transportasi dan pergudangan," tambah Candra.

Baca Juga : Restu Ibu Negara, Jadi Kunci Kesiapan Personel Banser Amankan Munas-Konbes NU 2026 di Kediri

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama perekonomian Situbondo dengan kontribusi mencapai 73,84 persen terhadap total PDRB. Sementara Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) berkontribusi sebesar 21,53 persen dan konsumsi pemerintah sebesar 7,92 persen.

"Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi Situbondo. Ini menunjukkan daya beli masyarakat relatif terjaga di tengah berbagai dinamika ekonomi," ungkap Candra.

Dalam perbandingan regional kawasan Selingkar Ijen, pertumbuhan ekonomi Situbondo sebesar 5,50 persen berada di bawah Kabupaten Jember yang tumbuh 6,35 persen dan Kabupaten Banyuwangi sebesar 6,14 persen. Namun capaian tersebut masih lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Bondowoso yang tumbuh 5,42 persen.

Lebih lanjut, Candra mengungkapkan bahwa sejumlah peristiwa strategis turut memengaruhi kinerja ekonomi Situbondo pada Triwulan I-2026. Di antaranya keberhasilan panen raya padi Musim Tanam I yang mampu menjaga produktivitas pertanian meskipun sempat terjadi banjir yang merendam ratusan hektare sawah pada Maret lalu.

Selain itu, sektor pariwisata juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. BPS mencatat lonjakan kunjungan hingga tiga kali lipat ke Wisata Bahari Pasir Putih saat libur Tahun Baru. Kondisi tersebut diperkuat dengan peluncuran 12 agenda besar wisata tahun 2026 serta berbagai kegiatan Gerakan Pangan Murah menjelang Ramadan yang turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

"Ke depan, tantangan yang perlu diperhatikan adalah percepatan realisasi proyek fisik dan investasi agar pertumbuhan ekonomi dapat semakin merata di seluruh sektor," pungkas Candra.


Topik

Ekonomi, situbondo, pertumbuhan ekonomi, bps situbondo,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette