PLN Tawarkan Kerja Sama SPKLU ke PO Bagong, Armada Bus Listrik Malang-Surabaya Mulai Disiapkan
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
17 - May - 2026, 11:07
JATIMTIMES - PLN UP3 Malang mulai mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik di wilayah Malang Raya. Salah satunya dengan menjajaki kerja sama penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bersama PT Bagong Dekaka Makmur.
Penawaran kerja sama tersebut dilakukan dalam kunjungan tim PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kepanjen ke perusahaan otobus tersebut pada Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga : Program Angkutan Pelajar Gratis Berpotensi Tambah Pendapatan Sopir Angkot hingga Rp 1,8 Juta
Manager ULP Kepanjen, Didit Ari Tarmizi, mengatakan kunjungan itu menjadi langkah awal PLN dalam mendukung operasional kendaraan listrik yang tengah disiapkan perusahaan.
“Ini menjadi langkah awal, penjajakan dan dukungan kami (PLN) terhadap rencana operasional kendaraan listrik perusahaan otobus,” jelas Didit.
Dalam pertemuan tersebut, pihak manajemen PT Bagong Dekaka Makmur mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini telah memiliki enam unit kendaraan listrik produksi yang merupakan bagian dari Bakrie Group.
Perwakilan manajemen PT Bagong, Yoga, mengatakan armada listrik tersebut masih menunggu izin trayek sebelum mulai dioperasikan.
“Saat ini kami telah memiliki 6 unit kendaraan listrik buatan PT VTKR Teknologi Mobilitas Tbk, bagian dari Bakrie Group,” ujarnya.
Kendaraan bertipe minibus atau Hiace listrik itu nantinya direncanakan melayani rute wilayah Kepanjen, Malang hingga Surabaya.
Untuk mendukung operasional kendaraan listrik tersebut, PT Bagong membutuhkan infrastruktur pengisian daya dengan tipe konektor charger CSS2 DC.
Saat ini proses pengadaan charger masih dilakukan oleh pihak VTKR. Sementara itu, PLN menawarkan beberapa skema kerja sama penyediaan SPKLU, termasuk pengadaan mesin bersama.

Foto bersama tim PLN UP3 Malang dengan PT Bagong Dekaka Makmur. (Foto: Istimewa)
Baca Juga : Jadi Wisata Edukatif, Museum Pahlawan Nasional Pejuang Buruh Marsinah Diresmikan
Pihak PT Bagong disebut menyambut baik tawaran tersebut dan akan membawanya ke pembahasan internal perusahaan.
Selain SPKLU, PLN juga menawarkan program Renewable Energy Certificate (REC). Skema ini memungkinkan perusahaan menunjukkan komitmen penggunaan energi ramah lingkungan dalam operasional bisnisnya.
Program REC juga menjadi bagian dari upaya mendukung transisi energi bersih nasional dan pengurangan emisi karbon.
Sebagai tindak lanjut, PT Bagong dijadwalkan menggelar pembahasan internal terkait pengembangan kendaraan listrik di Jakarta pada pekan depan.
Hasil diskusi dengan PLN UP3 Malang nantinya akan menjadi salah satu bahan pembahasan bersama manajemen pusat perusahaan.
PLN juga merekomendasikan audiensi lanjutan setelah rapat internal selesai agar pembahasan bisa dilakukan langsung dengan jajaran top manajemen untuk mempercepat realisasi kerja sama.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PLN memperluas ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, terutama melalui penyediaan SPKLU dan layanan energi hijau bagi sektor transportasi umum.
