Tak Perlu Over-Bagasi, Begini Cara Kirim Oleh-Oleh Haji ke Indonesia via Pos

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

08 - May - 2026, 10:41

Ilustrasi kirim oleh-oleh dari Arab Saudi ke Indonesia. (Foto: iStock)


JATIMTIMES - Membawa banyak oleh-oleh haji saat pulang ke Indonesia sering menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji. Selain keterbatasan bagasi pesawat, ukuran barang yang berlebihan juga bisa membuat biaya tambahan membengkak. Karena itu, banyak jemaah memilih mengirim oleh-oleh langsung dari Tanah Suci ke Indonesia menggunakan layanan kargo.

Salah satu layanan yang bisa dimanfaatkan adalah Kargo Haji PosIND dari Pos Indonesia. Layanan ini melayani pengiriman barang dari Arab Saudi ke berbagai daerah di Indonesia dengan ketentuan tertentu agar paket tetap aman selama perjalanan.

Baca Juga : Ramalan Zodiak 8 Mei 2026: Taurus Mulai Panen Hasil, Pisces Paling Beruntung

Mengutip informasi dari akun Instagram resmi Pos Indonesia @posindonesia.ig, berikut panduan dan syarat pengiriman oleh-oleh haji ke Indonesia.

Ketentuan Berat dan Ukuran Paket

Sebelum mengirim barang, jemaah perlu memastikan berat dan dimensi paket sudah sesuai aturan pengiriman internasional.

Berikut ketentuannya:

• Berat minimal kiriman 5 kilogram

• Berat maksimal 30 kilogram per koli

• Ukuran maksimal paket 60 x 60 x 50 cm

• Total dimensi panjang + lebar + tinggi tidak lebih dari 300 cm

Ketentuan tersebut diterapkan agar paket dapat diproses sesuai standar keamanan penerbangan dan pengiriman kargo internasional.

Pengemasan Harus sesuai Standar

Selain ukuran dan berat, pengemasan juga menjadi hal penting agar barang tidak rusak selama proses pengiriman dari Tanah Suci ke Indonesia.

Beberapa aturan pengemasan yang perlu diperhatikan antara lain:

• Menggunakan kardus yang kuat atau koper yang dibungkus rapi

• Koper wajib memiliki kunci atau kode pengaman

• Tidak menggunakan tas terbuka

• Barang pecah belah atau mudah rusak wajib diberi pelindung tambahan

• Pengemasan yang baik akan membantu meminimalkan risiko kerusakan selama perjalanan.

Estimasi Waktu Pengiriman

Pengiriman oleh-oleh haji melalui Kargo Haji PosIND diperkirakan memakan waktu sekitar 7 hingga 14 hari kerja.

Namun, lama pengiriman bisa dipengaruhi beberapa faktor seperti:

• Jadwal penerbangan

• Proses kepabeanan

• Lokasi tujuan pengiriman di Indonesia

Karena itu, jemaah disarankan mengirim barang lebih awal agar paket dapat tiba tepat waktu.

Tarif Kirim Oleh-Oleh Haji dari Arab Saudi

Pos Indonesia menetapkan tarif pengiriman mulai dari 23 SAR per kilogram. Selain itu, tersedia beberapa pilihan ukuran box sesuai kebutuhan jemaah, yaitu:

• Small untuk kapasitas 5–8 kg

• Medium untuk kapasitas 10–15 kg

• Large untuk kapasitas 25–35 kg

• Pilihan ukuran tersebut dapat disesuaikan dengan jumlah oleh-oleh yang ingin dikirim ke Indonesia.

Cara Klaim jika Paket Bermasalah

Jika terjadi kendala seperti kerusakan atau keterlambatan paket, pelanggan dapat menghubungi layanan pengaduan Pos Indonesia.

Dokumen yang perlu disiapkan untuk proses klaim meliputi:

• Nomor resi

• Bukti pengiriman

• Dokumentasi kerusakan barang

• Laporan dapat diajukan sesuai ketentuan dan SLA yang berlaku di Pos Indonesia.

Kontak Layanan Pos Indonesia

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait pengiriman oleh-oleh haji, jemaah dapat menghubungi layanan resmi Pos Indonesia melalui:

• Website: Pos Indonesia⁠

• Email: halopos@posindonesia.co.id

Telepon:

• 1500161

• 081233647686

Layanan Saudi Arabia:

• +966550364866

• +966550276658

• +966551868311

Dengan adanya layanan Kargo Haji PosIND, jemaah kini tidak perlu khawatir membawa terlalu banyak barang saat pulang ke Tanah Air. Selama mengikuti ketentuan berat, ukuran, dan pengemasan yang berlaku, oleh-oleh dari Tanah Suci bisa dikirim dengan lebih aman dan praktis hingga sampai ke alamat tujuan di Indonesia.


Topik

Peristiwa, Oleh-Oleh haji, jemaah haji, haji, Arab Saudi, kirim barang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette