Bupati Bondowoso Tinjau Banjir Wonoboyo, Penanganan Darurat hingga Jangka Panjang Disiapkan
Reporter
Abror Rosi
Editor
Dede Nana
13 - Apr - 2026, 07:06
JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten Bondowoso bergerak sigap merespons bencana banjir yang menerjang Desa Wonoboyo. Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan darurat berjalan sekaligus merancang solusi jangka panjang berbasis sistem terpadu.
Dalam peninjauan tersebut, sejumlah langkah cepat telah dilakukan, salah satunya pemasangan bronjong yang difungsikan sebagai penahan sekaligus pengarah arus air. Upaya ini dinilai krusial guna mencegah air kembali meluap ke permukiman warga.
Baca Juga : 5 Cara Memulai Crypto untuk Pemula
“Alhamdulillah hari ini kita mengunjungi langsung lokasi terdampak. Penanganan sementara sudah dilakukan, termasuk pemasangan bronjong sebagai tangkis dan pengarah aliran air,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan permanen membutuhkan sinergi lintas wilayah karena lokasi terdampak berada di kawasan perbatasan dengan Kabupaten Situbondo. “Ke depan kita harus berkoordinasi dengan Kabupaten Situbondo karena ini berada di perbatasan dua wilayah,” lanjutnya.
Tak hanya fokus pada infrastruktur, pemerintah daerah juga memberi perhatian kepada warga terdampak, terutama yang rumahnya mengalami kerusakan. Bantuan akan diupayakan melalui berbagai skema pendanaan, termasuk dana PTT, meski realisasinya masih menunggu kesiapan anggaran dan proses pendataan.
Di sisi lain, Pemkab Bondowoso mulai menyusun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi. Sistem ini mencakup tahapan mitigasi, penanganan saat bencana, hingga pemulihan pascabencana secara menyeluruh.
“Kita sedang mencoba membangun sistem penanganan kebencanaan yang terintegrasi. Saya minta BPBD dan dinas terkait mulai memitigasi secara terpadu meskipun dalam keterbatasan anggaran,” tegas Abdul Hamid Wahid.
Dalam kondisi efisiensi anggaran, pemerintah daerah juga membuka peluang pembiayaan dari berbagai sumber, baik melalui APBD kabupaten, APBD provinsi, hingga APBN.
Sementara itu, Kepala Dinas BSBK, Ansori, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai instansi sesuai kewenangan masing-masing.
Ia mengungkapkan, ada empat titik prioritas di Wonoboyo yang menjadi fokus penanganan, di antaranya jembatan menuju Glundeng yang terancam putus, jembatan di area gapura, serta aliran Sungai Gunung Putri yang berbatasan dengan Situbondo.
“Kita fokus pada titik yang menjadi kewenangan kami, terutama agar air tidak kembali langsung masuk ke rumah warga seperti sebelumnya,” jelasnya.
Untuk mempercepat penanganan darurat, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 juta guna perbaikan bronjong di tujuh titik. Rinciannya, empat titik berada di Wonoboyo, sementara tiga titik lainnya tersebar di Ampelan Wringin, Botolinggo, dan Sukosari.
Selain itu, perbaikan jembatan secara permanen direncanakan melalui perubahan APBD, mengingat skema anggaran sebelumnya belum mengakomodasi kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Melalui langkah terpadu ini, diharapkan penanganan pascabanjir tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menghadirkan solusi jangka panjang yang lebih kuat, terarah, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
