Progres Capai 60 Persen, Usai Lebaran 1.200 Pedagang Pasar Gadang Segera Direlokasi

15 - Feb - 2026, 06:26

Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).


JATIMTIMES - Progres penataan dan pergeseran pedagang di Pasar Induk Gadang (PIG) Kota Malang terus berlangsung. Saat ini, area yang akan digunakan sebagai tempat relokasi telah berprogres sekitar 60 persen.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menegaskan targetnya bahwa setelah Lebaran mendatang seluruh pedagang yang selama ini berjualan di badan jalan sudah masuk ke area belakang pasar.

Baca Juga : Update Terbaru Perolehan Medali Olimpiade Musim Dingin 2026: Persaingan 10 Besar Kian Panas

“Progresnya sudah sekitar 60 persen, bahkan ada yang mendekati 75 persen. Kita targetkan setelah Lebaran semuanya sudah masuk ke belakang,” ujar Eko, Minggu (15/2/2026).

Eko menjelaskan, skema yang diterapkan bukan relokasi ke tempat baru yang jauh dari aktivitas utama pasar. Pedagang hanya digeser ke bagian belakang agar tidak lagi menggunakan badan jalan.

Dengan begitu, fungsi jalan dan jembatan di depan PIG bisa kembali optimal untuk lalu lintas. Pantauan di lokasi, area baru yang akan ditempati para pedagang memang berjarak tak terlalu jauh. 

Sementara saat ini, pedagang masih banyak yang memanfaatkan tepi jalan sebagai tempat berjualan bahkan hingga membuka lapak semi permanen. Tak hanya itu, sejumlah pedagang yang bandel juga kerap melakukan loading dan dropping barang dengan jumlah besar.

Hal tersebut tak jarang membuat arus lalu-lintaa menjadi macet. Terlebih kendaraan pengangkut komoditi itu berukuran dan juga bermuatan besar. Sehingga, posisinya cukup memakan badan jalan.

Eko mengatakan, setidaknya ada sebanyak 1.200 pedagang akan tertampung di lokasi baru tersebut. Penataan ini menjadi langkah penting untuk mengurai kepadatan yang selama ini terjadi di kawasan depan pasar.

Yang menarik, pembangunan lapak di area belakang dilakukan secara swadaya oleh pedagang. Mereka mengatur, menata, sekaligus membangun tempat berdagangnya sendiri.

Baca Juga : Nilai Investasi Capai Rp3,11 Triliun, Picu Terciptanya Lapangan Kerja

“Ini swadaya pedagang. Mereka yang membangun dan menata sendiri. Pemerintah memfasilitasi penataan dan sistem sewanya,” jelas Eko.

Setelah seluruh pedagang masuk ke area belakang dan badan jalan steril, Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan mulai melakukan pembangunan serta penataan jalan dan jembatan. Pengerjaan infrastruktur itu memang menunggu hingga aktivitas perdagangan tidak lagi berada di badan jalan.

Untuk mendukung kelancaran distribusi barang, Diskopindag juga menyiapkan fasilitas loading dock dan area parkir khusus di dalam kawasan pasar. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi kendaraan bermuatan besar yang melakukan bongkar muat, sehingga tidak lagi mengganggu arus lalu lintas di luar area pasar.

Dengan progres yang telah melampaui setengah pengerjaan dan target rampung pasca-Lebaran, penataan PIG memasuki fase krusial. Pemerintah berharap, langkah ini menjadi solusi permanen untuk menciptakan pasar yang lebih tertib tanpa mengorbankan aktivitas ekonomi pedagang.


Topik

Pemerintahan, Pasar Gadang, Pasar Induk Gadang, Kota Malang, pemkot malang, perbaikan pasar, revitalisasi pasar,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette