Perangi Kemiskinan Ekstrem, BP Taskin Masukkan Jember Peta Prioritas Nasional

12 - Feb - 2026, 05:11

Bupati Jember Muhammad Fawait bersama wakil ketua BPD Taskin saat menyalurkan bantuan di Jember.


JATIMTIMES - Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Kamis (12/2/2026) berkunjung ke Jember untuk menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat. Penyaluran bantuan langsung ini digelar di Balai Desa Cangkring Kecamatan Jenggawah, dan diserahkan langsung oleh Iwan Sumule Wakil ketua BP Taskin, dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Jember.

Kepada wartawan, Iwan Sumule, menyampaikan bahwa Pemerintah pusat menargetkan, kemiskinan Ekstreem yang ada di Indonesia, ditargetkan 0 persen pada tahun 2025, dan Jember yang memiliki angka kemiskinan Ekstreem terbanyak di Jawa Timur, yang mencapai 120 ribu, jiwa, menjadi prioritas peta nasional.

Baca Juga : DLH Kota Malang Bakal Pasang Peringatan Dilarang Kencing di Dry Fountain, Ini Alasannya

"Sesuai arahan dan kebijakan bapak Presiden Prabowo, pemerintah menargetkan angka kemiskinan Ekstreem di Indonesia, tahun 2026 bisa ditekan hingga 0 persen, dan Jember masuk dalam peta perioritas nasional," ujar Iwan Sumule.

Kegiatan penyaluran ini juga dirangkaikan dengan penguatan program Silaskin (Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan) melalui skema “Si Taskin Hadir Bersama, Menjaga yang Rentan, Makmur Bersama Presiden Prabowo” yang mendorong integrasi lintas sektor.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2024, angka kemiskinan nasional berada di angka 8,25 persen. Pemerintah menargetkan penurunan menjadi 4,5 persen pada 2029 dengan tren penurunan minimal 1 persen setiap tahun.

“Upaya ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Perlu sinergi kuat antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar hasilnya nyata dan berkelanjutan,” kata Iwan.

Ia menambahkan, BP Taskin berperan mempercepat proses birokrasi agar program dan bantuan yang diusulkan daerah dapat segera direalisasikan tanpa hambatan administratif yang berlarut. Untuk itu, berbagai program akan difokuskan dan diintegrasikan secara menyeluruh.

Langkah konkret yang disiapkan antara lain pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, pengembangan kampung budidaya, penguatan Sekolah Rakyat, pemberian beasiswa jangka panjang, serta percepatan rehabilitasi sekolah rusak berat. Selain itu, optimalisasi program Hutan Sosial juga diarahkan untuk buruh tani dan masyarakat miskin di kawasan pinggiran hutan.

Baca Juga : Tanggul Saluran Irigasi Jebol, 6 Rumah Warga di Singosari Tergenang Banjir Luapan

Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) menyambut baik dukungan pemerintah pusat tersebut. Ia menilai kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.

“Sebagian besar kemiskinan di Jember berada di desa-desa, kawasan kebun, hutan, dan pesisir. Karena itu, pelayanan publik harus hadir lebih dekat agar masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” ujarnya.

Pemkab Jember juga akan memperkuat pelatihan UMKM bagi keluarga miskin ekstrem usia produktif serta meningkatkan perlindungan dan pengawasan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Dengan sinergi yang terbangun antara pusat dan daerah, Jember diharapkan mampu menjadi model keberhasilan pengentasan kemiskinan ekstrem pada 2026 mendatang. (*)


Topik

Pemerintahan, Jember, Muhammad Fawait, Gus Fawait, kemikinan ekstrem, bp taskin,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette