Pemkot Batu Gandeng Universitas Shimonoseki Jepang, Siapkan Investasi Rp 13 Miliar untuk Garap Pertanian Modern

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya

12 - Feb - 2026, 09:17

Wali Kota Batu Nurochman secara resmi menerima delegasi dari Shimonoseki City University untuk membahas sinergi inovasi pertanian yang adaptif dan berorientasi pasar, Rabu (11/2/2026).(Foto: Dokumen Prokopim Setda Kota Batu)


JATIMTIMES – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai menjajaki kerja sama strategis dengan Jepang guna menyulap sektor pertanian lokal menjadi industri bernilai tinggi. Wali Kota Batu Nurochman secara resmi menerima delegasi dari Shimonoseki City University untuk membahas sinergi inovasi pertanian yang adaptif dan berorientasi pasar, Rabu (11/2/2026).

Kerja sama internasional ini tidak hanya sekadar pertukaran ilmu, namun menyasar pada target ekonomi yang cukup fantastis. Proyek kolaborasi ini diproyeksikan mampu menembus nilai pasar hingga Rp 300 miliar pada tahun 2050 mendatang.

Baca Juga : Jaga Keselamatan Pengendara, DPUBM Kabupaten Malang Salob Sepanjang Jalan Pagak hingga Gunung Geger

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa dirinya menyambut baik tawaran tersebut, namun dengan catatan bahwa implementasinya harus transparan dan langsung menyentuh kesejahteraan petani di lapangan.

"Kami menyambut baik tawaran kerja sama ini. Namun implementasinya harus jelas, terukur, dan dikerjakan bersama agar benar-benar memberikan dampak bagi kesejahteraan petani dan kemajuan sektor pertanian Kota Batu," ujar Nurochman.

Dalam paparannya, delegasi Jepang yang dipimpin Prof. Izuka menawarkan tiga proyek mercusuar. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah pengembangan budidaya Salmon dan Stroberi Premium Jepang.

Kedua komoditas ini akan dikembangkan dengan pendekatan marketing-driven, di mana jumlah produksi akan disesuaikan secara presisi berdasarkan data kunjungan wisatawan ke Kota Batu. Tak hanya itu, Jepang juga menyiapkan lima pilar yang mencakup dukungan produksi berbasis data, pengolahan nilai tambah, hingga sistem asuransi bagi para petani.

Untuk merealisasikan ambisi besar tersebut, dibutuhkan investasi awal sekitar Rp 13 miliar dalam tiga tahun pertama. Anggaran ini akan digunakan untuk memperkuat kelembagaan serta membangun infrastruktur pendukung, termasuk sistem pelacakan kualitas produk melalui QR Code berlabel "Batu Quality".

Baca Juga : Sekda Budiar Tekankan Penyusunan RUP Harus Tertib dan Tepat Waktu bagi Seluruh Perangkat Daerah

"Skema pendanaan dan kebutuhan lahan segera didetailkan," ungkap Nurochman. Pria yang akrab disapa Cak Nur itu ingin investasi ini menjadi motor penggerak ekonomi baru yang modern namun tetap mengakar pada pemberdayaan sumber daya lokal.

"Sinergi ini diharapkan menjadi tonggak sejarah transformasi pertanian Kota Batu menuju level dunia," imbuh Cak Nur.


Topik

Pemerintahan, Pemkot batu, jepang, Nurochman, Shimonoseki City University,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette