Imbas Gempa, 14 Kereta Daop 6 Yogyakarta dan 4 Kereta Daop 8 Surabaya Terlambat

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

06 - Feb - 2026, 09:10

Tampak kereta api Cargo berhenti di selatan UIN Timoho, pada pukul 01.20 WIB. (Foto: X @merapi_uncover)


JATIMTIMES - Gempa tektonik 6,4 M yang mengguncang wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari berdampak pada operasional kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta dan Daop 8 Surabaya. Sejumlah perjalanan sempat dihentikan sementara dan mengalami keterlambatan demi memastikan keselamatan.

Sebelumnya, di media sosial beredar video yang memperlihatkan kereta api berhenti saat gempa terjadi sekitar pukul 01.07 WIB. Dalam keterangan video itu bahkan disebutkan ada kereta anjlok akibat gempa yang getarannya terasa hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga : Cuaca Ekstrem Berpotensi Hingga 10 Februari, Wali Kota Surabaya Imbau Warga Siaga

PT KAI Daop 6 Yogyakarta langsung membantah kabar tersebut. Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan tidak ada kereta yang keluar jalur. Kereta hanya mengalami Berhenti Luar Biasa (BLB). 

Menurut Feni, penghentian sementara atau Berhenti Luar Biasa (BLB) dilakukan sebagai langkah standar keselamatan. Begitu gempa dirasakan, petugas langsung turun melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Para petugas melakukan pemeriksaan kondisi prasarana seperti jalur rel dan jembatan untuk memastikan keamanan jalut kereta. Lantas semua kereta baru akan mulai melanjutkan perjalanan setelah jalur dinyatakan aman dilalui. 

Karena pengecekan menunjukkan seluruh jalur dan prasarana dalam kondisi aman, operasional kereta di wilayah Daop 6 Yogyakarta kembali berjalan normal mulai pukul 02.04 WIB.

Meski demikian, dampak gempa membuat 14 perjalanan kereta di wilayah Daop 6 Yogyakarta sempat berhenti dan mengalami keterlambatan dengan durasi bervariasi. Daftar kereta tersebut antara lain:
• KA 87B Sancaka (39 menit)
• KA 2771 Bungtalun Service (42 menit)
• KA 255B Jaka Tingkir (29 menit)
• KA 301 Parcel Tengah (35 menit)
• KA 305 Parcel Selatan (41 menit)
• KA 2601 Mawalo Tanker (46 menit)
• KA 7001 Gajayana Tambahan (40 menit)
• KA 169B Malioboro Ekspres (42 menit)
• KA 80B Lodaya (45 menit)
• KA 104 Bogowonto (47 menit)
• KA 68 Malabar (42 menit)
• KA 36 Gajayana (47 menit)
• KA 246B Majapahit (49 menit)
• KA 252B Jayakarta (48 menit)

Feni memastikan seluruh perjalanan dalam kondisi selamat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang yang terdampak. “KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan para penumpang yang terdampak dan terima kasih banyak atas kesabaran para pelanggan atas kondisi tersebut,” ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (6/2/2026). 

Baca Juga : Khutbah Jumat 6 Februari: Bersihkan Hati Jelang Ramadhan, Saatnya Saling Memaafkan

Di sisi lain, wilayah Daop 8 Surabaya juga mengalami hal yang sama. Lima perjalanan kereta juga terdampak gempa yang terjadi sekitar pukul 01.08 WIB. Getaran yang terasa hingga area operasional Surabaya membuat KAI setempat menerapkan prosedur BLB.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan penghentian sementara dilakukan demi keselamatan. Ia menjelaskan, sesaat setelah gempa dirasakan, pihaknya berkoordinasi dengan seluruh unit dan langsung melakukan pemeriksaan jalur, jembatan, serta fasilitas pendukung lainnya.

“Penghentian sementara dilakukan sebagai langkah antisipatif agar petugas dapat memastikan seluruh prasarana aman sebelum operasional kembali dijalankan secara normal,” jelas Mahendro. 

Setelah pemeriksaan bertahap, seluruh lintas di wilayah Daop 8 Surabaya dinyatakan aman dan layak operasi. Perjalanan kereta pun kembali berjalan normal. Adapun empat perjalanan yang tercatat mengalami keterlambatan di wilayah Daop 8 yakni KA Matarmaja, KA Ijen Ekspres (dua perjalanan), KA Limas, serta KA angkutan cargo.


Topik

Peristiwa, gempa, gempa bumi, gempa pacitan, pt kai,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette