Swasti Hadir di Situbondo, Perempuan Tak Sekadar Pelengkap Pembangunan
Reporter
Wisnu Bangun Saputro
Editor
A Yahya
31 - Jan - 2026, 04:38
JATIMTIMES - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Situbondo bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) meluncurkan Swasti (Sarasehan Wanita Seluruh Situbondo). Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Pate Alos, Kecamatan Besuki, Jumat (30/1/2026).
Peluncuran Swasti menjadi tonggak baru penguatan peran perempuan di Situbondo. Forum ini dirancang sebagai ruang silaturahmi, pertukaran gagasan, serta penguatan kapasitas perempuan lintas organisasi, bukan sekadar kegiatan seremonial belaka.
Baca Juga : 10 Tahun Berkain dengan Cinta, KCBI Malang Raya Dorong Wastra Nusantara Turun ke Kehidupan Sehari-hari
Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo, Husna Laili, menyampaikan bahwa Swasti merupakan gagasan bersama TP PKK, GOW, dan DWP yang telah dirintis sejak tahun lalu. Forum ini diharapkan menjadi ruang yang hidup dan berkelanjutan bagi perempuan untuk saling belajar dan menguatkan.
“Kegiatan sarasehan wanita ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah ruang perjumpaan hati, ruang berbagi gagasan, pengalaman, dan kekuatan,” ujar Husna Laili yang akrab disapa Mbak Una usai peluncuran.
Istri Bupati Situbondo tersebut menegaskan bahwa kehadiran Swasti menjadi simbol bahwa perempuan Situbondo tidak hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi sebagai penggerak perubahan dalam berbagai sektor kehidupan.
“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis. Dari rahim perempuan lahir generasi masa depan. Dari tangan perempuan tumbuh nilai-nilai kebaikan dalam keluarga dan masyarakat. Dan dari pikiran perempuan lahir ide-ide besar yang mampu membawa kemajuan,” tegas Mbak Una.
Namun demikian, Mbak Una juga mengakui masih terdapat perempuan yang belum sepenuhnya percaya pada potensi dirinya. Melalui Swasti, ia ingin menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian bersuara, dan kesadaran akan peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah.
“Perempuan Situbondo itu kuat, cerdas, dan berdaya. Jangan ragu untuk belajar, berinovasi, dan mengambil peran di ruang-ruang strategis—baik di keluarga, masyarakat, maupun pembangunan daerah,” katanya.
Menurut Mbak Una, perempuan boleh bersikap lembut dan penuh empati, namun tetap harus tangguh dan berani dalam menghadapi tantangan zaman. Nilai-nilai tersebut justru menjadi kekuatan khas perempuan dalam membangun harmoni sosial.
Baca Juga : HUT Ke-167, Pemkab Sidoarjo Tunjukkan Capaian Pembangunan 2025
Pada kesempatan yang sama, Mbak Una juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk terus mendukung peningkatan kapasitas perempuan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembukaan ruang partisipasi yang luas, penguatan kolaborasi lintas organisasi, serta dorongan terhadap kemandirian dan daya saing perempuan.
“Saya berharap, melalui kegiatan sarasehan ini, akan lahir semangat kebersamaan, saling menguatkan, dan kolaborasi antar perempuan di seluruh Situbondo. Jadikan forum ini sebagai tempat bertumbuh, saling menginspirasi, dan menyalakan harapan,” imbuhnya.
Peluncuran Swasti dihadiri sekitar 300 peserta dari hampir 25 organisasi perempuan. Sejumlah organisasi yang terlibat antara lain Fatayat, Aisyiyah, Muslimat, IWAPI, serta berbagai organisasi perempuan lainnya yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Situbondo.
Dengan keterlibatan lintas organisasi tersebut, Swasti diharapkan menjadi wadah konsolidasi perempuan Situbondo yang mampu melahirkan gagasan-gagasan progresif, memperkuat solidaritas, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial dan kemasyarakatan di Bumi Shalawat Nariyah.
