Cerita Dari Denmark, Negara Terbersih dan Paling Ramah Lingkungan | Indonesia TIMES

Cerita Dari Denmark, Negara Terbersih dan Paling Ramah Lingkungan

Jul 03, 2022 18:32
Salah satu mobil yang tergolong mewah digunakan untuk mengangkut sampah.(Foto: Istimewa).
Salah satu mobil yang tergolong mewah digunakan untuk mengangkut sampah.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Pada dasarnya, kebersihan merupakan kebutuhan bagi setiap masyarakat. Hal itu yang saya pikir dan membuat yakin, bahwa Indonesia terkhusus Kabupaten Malang bisa sebersih negara Denmark.

Beruntung, Kabupaten Malang jadi salah satu dari delapan daerah yang bakal jadi objek kerjasama antara Indonesia dan Denmark. Kerjasama soal organic waste management dan limbah ternak. Sebanyak 7 daerah lain yaitu Solok, Jambi, Sawahlunto, Sidoarjo, Bukit Tinggi, Banda Aceh dan Depok juga ambil bagian. 

Baca Juga : Ada Adegan Panas dan Vulgar, 5 Film Indonesia Ini Jarang Diketahui

Dipimpin oleh KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), saya bersama DLH Kabupaten Malang dan 7 perwakilan daerah lain, datang ke Denmark untuk melakukan studi replikasi. Bukan soal management dan pengelolaan sampahnya saja. Tapi juga menyaksikan bagaimana masyarakatnya yang begitu peduli untuk peduli pada lingkungannya.

Di negara ini, kesadaran masyarakatnya untuk membuang sampah memang perlu diacungi jempol. Bagaimana tidak patut diacungi jempol, bukan hanya sekedar membuang sampah, namun juga memilah sejak dari rumah. 

Bagian mobil yang nampak digunakan untuk mengangkut sampah.(Foto: Istimewa).

Secara umum, sebenarnya sudah ada yang sama dengan pengelolaan sampah di negara kita Indonesia, termasuk di Kabupaten Malang. Yakni soal 3R, Reuse Recycle dan Reduce. 

Tapi, sampahnya bisa dipilah sejak dari rumah. Sehingga saat sudah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir), petugas kebersihan memang hanya tinggal memproses lebih lanjut. Sampah plastik dipilah dan didaur ulang, metal dan kayu juga didaur ulang. Sisanya, sampah organik diolah jadi pupuk kompos.

Bagaimana memulainya? Ya harus ada kegiatan. Iya, di Kabupaten Malang juga harus ada yang bisa diperbuat. Yang jelas, semua pengelolaan sampah kan tujuannya satu. Agar bersih dan indah. 

Bupati Malang HM. Sanusi saat mengikuti paparan soal salah satu plant pengelolaan sampah di Denmark.(Foto: Istimewa).

Saya berkeyakinan hal itu bisa dilakukan, tapi juga sadar butuh waktu yang cukup dan usaha keras yang harus dilakukan. Terutama untuk membangun mental masyarakat kita ini yang juga harus dimulai dari diri sendiri. 

Negara Denmark saja, hingga saat ini menyandang sebagai salah satu negara terbersih di dunia, butuh waktu dua generasi untuk membangun mental masyarakatnya. Dua generasi, perkiraan saya sekitar 120 tahun. 

120 tahun, bukan waktu yang singkat. Namun rasanya, cukup setimpal jika untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Bukan hanya sekedar lingkungan bersih. Tapi udara sehat dan tentu, juga akan membawa masyarakatnya dapat lebih hidup sehat. 

Bagaimana tidak, masyarakat disini (Denmark) itu memang sudah terbina untuk tidak mau berada dalam lingkungan yang kotor. Mereka pun berbuat. Apa yang diperbuat? Peduli dan sadar, bahwa kebersihan lingkungan akan membawa dampak yang besar. 

Baca Juga : Sosok yang Hangat, Almarhum Menpan RB Tjahjo Kumolo di Mata Wali Kota Mojokerto

Sampah mereka kumpulkan dari rumah. Setiap empat hari sekali, ada petugas kebersihan, ya petugas kebersihan, karena mereka membersihkan sampah yang dikumpulkan setelah dipilah di rumah. Kalau tidak mau menunggu terlalu lama selama empat hari, masyarakat disini mau mengantarkan sampahnya ke TPA, di Kota Odense tempatnya. 

Mereka bawa sampah ke TPA dengan mobil pribadinya. Bagaimana? Dengan gerobak yang bisa disambungkan ke bagian belakang mobilnya. Mirip seperti kendaraan truk gandeng. Atau, juga ada yang membawa sampahnya langsung di dalam mobil. 

Malu? Nyatanya mereka malah bangga karena bisa buang sampah. Mobilnya juga bukan mobil biasa. Mungkin tergolong mewah jika dibawa ke Indonesia. Mulai dari (merek) Audy, Chevrolet hingga mobil mewah sekelas Mercedez Benz juga digunakan mengangkut sampah jika sudah waktunya. 

Butuh waktu memang, tapi saya berkeyakinan hal itu bisa diwujudkan. Tentu bukan waktu yang singkat. Semua orang itu sebenarnya kepingin bersih. Tinggal nanti mengedukasi dan memulai kita untuk berperilaku hidup bersih. 

Mungkin bisa dimulai dengan mengedukasi, sering ada kampanye kebersihan. Kalau Indonesia kan mayoritas beragama Islam, termasuk di Kabupaten Malang, mungkin juga bisa dengan pendekatan keagamaan. Kebersihan sebagian dari Iman.

Penulis adalah Bupati Malang HM. Sanusi.

Topik
Kabupaten Malang Bupati Malang HM Sanusi

Segala opini, saran, pernyataan, jasa, penawaran atau informasi lain yang ada pada isi/konten adalah tanggungjawab penulis bukan JatimTIMES.com.
Kami berhak menolak atau menyunting isi konten yang tidak sesuai dengan kode etik penulisan dan kaidah jurnalistik.
Kami juga berhak menghapus isi/konten karena berbagai alasan dan pertimbangan dan tidak bertanggungjawab atas kegagalan atau penundaan penghapusan materi tersebut.

Berita Lainnya