Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Gaya Hidup

Hindari Makan Cepat bagi Yang Jalani Program Diet,  Ini Alasannya

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

19 - Apr - 2024, 14:21

Ilustrasi. (Foto: Pinterest)
Ilustrasi. (Foto: Pinterest)

JATIMTIMES - Makan cepat kerap dilakukan sebagian orang lantaran beberapa faktor hingga tren media sosial. Namun makan  cepat tidak dianjurkan bagi kalian yang sedang menurunkan berat badan.

Bagi yang sedang memprogram penurunan  berat badan, lakukan makan dengan lebih lambat. Sebab, makan cepat malah  bisa menambah berat badan loh.

Baca Juga : Kisah Abu Dzar, Perampok yang Masuk Islam dan Bawa Kaum Ghifar Jadi Muslim

Dokter umum yang juga aktif sebagai content creator,  Dion Haryadi, mengupas fenomena makan cepat yang kerap berseliweran di  media sosial. Misalnya makan bihun tidak kurang dari satu menit.

Hal ini pun membuatnya kaget, kagum hingga khawatir dengan proses makan cepat tersebut. Dion mengatakan, makan secara perlahan adalah salah satu strategi mudah untuk membantu kamu yang mau menurunkan berat badan.

Menurut Dion, tubuh memerlukan  waktu sekitar 20 menit sejak mulai makan hingga sinyal kenyang bisa sampai ke otak. Jika makan dengan cepat, cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak dalam 20 menit karena belum merasa kenyang.

“Karena itu makan pelan jadi lebih sadar apa yang kamu makan. Lebih mudah mengenali rasa kenyang,” kata Dion.

Dengan makan lebih lambat, kemungkinan untuk nambah porsinya juga berkurang. Lalu mengurangi asupan kalori dalam sekali makan, sehingga akan menyebabkan penuruan berat badan seiring berjalannya waktu.

Baca Juga : Pesona Wisata Sejarah: Kunjungan Membludak ke Makam Bung Karno Pasca-Lebaran di Kota Blitar

Kemudian, makan perlahan juga lebih bisa menikmati apa yang dimakan hiingga mempercepat proses pencernaan makanan. “Sebaliknya makan cepat dapat memperlambat  pencernaan,” tambah Dion.

Selain itu, yang terbiasa makan cepat cenderung lebih sering menyantap makanan dalam potongan besar dan mengunyah tidak sampai halus. Hal ini membuat lambung dan usus beserta enzim-enzim pencernaan di dalamnya perlu bekerja lebih keras untuk mengolah makanan.

Tak hanya itu. Risiko makan cepat dapat meningkatkan aliran balik asam lambung ke kerongkongan setelah makan sehingga meningkatkan risiko penyakit asam lambung yang menyebabkan gejala nyeri ulu hati hingga sesak napas.


Topik

Gaya Hidup makan cepat diet makan perlahan menurunkan berat badan


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy