Wabup Didik Minta Kebutuhan Kopi di Lingkungan Pemkab Malang Dipenuhi Produk Lokal | Indonesia TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Wabup Didik Minta Kebutuhan Kopi di Lingkungan Pemkab Malang Dipenuhi Produk Lokal

Aug 16, 2022 17:09
Wabup Malang Didik Gatot Subroto.(Foto:Riski Wijaya/MalangTIMES).
Wabup Malang Didik Gatot Subroto.(Foto:Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto meminta agar kebutuhan makan minum (mamin) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bisa dipenuhi produksi lokal. Salah satunya adalah kebutuhan kopi.

Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan kopi tidak menggunakan produk kopi kemasan yang mereknya sudah banyak dikenal orang. Sebab menurut Didik, jika menggunakan hasil produksi lokal omzet produsen kopi asal Kabupaten Malang bisa turut terangkat.

Baca Juga : Jalan Sehat Bersama Kelompok Nelayan, Wabup Gresik Ajak Masyarakat Atasi Stunting

"Setiap OPD pasti akan membuat minum kopi, di sinilah gunakan kopi hasil lokalĀ  kabupaten Malang. Jangan sampai menggunakan produk lain, seperti kopi kemasan hasil pabrikan," ujar Didik saat ditemui Selasa (16/8/2022) siang.

Apalagi, dirinya menilai produksi kopi menjadi salah satu potensi yang dimiliki Kabupaten Malang. Di mana sudah ada beberapa daerah di Kabupaten Malang yang memang dikenal sebagai daerah penghasil kopi.

Terlebih, beberapa wilayah yang disebut Amstirdam yang merupakan singkatan dari Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo dan Dampit, hasil produksi kopinya juga sampai diekspor.

"Artinya kita berusaha untuk memberi ruang bagi IKM (Industri Kecil Menengah) kita (Kabupaten Malang). Ini juga sesuai dengan arahan Pak Presiden (Joko Widodo), agar 40 persen belanja barang dan jasa dari APBD bisa menggunakan produk UMKM," terang Didik.

Untuk itu dirinya berharap agar usulannya tersebut nantinya bisa diterapkan di semua organisasi perangkat daerah (OPD). Terkhusus agar pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang memproduksi kopi, bisa difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). "Teknisnya untuk fasilitasi kan ada Disperindag. Termasuk agar pelaku UMKM ini bisa mendapat legalitas atas produknya, sehingga bisa lebih dipasarkan," pungkas Didik.

Sementara itu, rencana tersebut mendapat sambutan yang cukup baik dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang. Hal tersebut lantaran memang jumlah produksi kopi di Kabupaten Malang cukup menjanjikan.

Baca Juga : Tarian Telanjang dan Penjualan Minol di Pantai Marina Boom Banyuwangi Ini Diakui Lurah Kampung Mandar Benarkan Pernah Ada

Kepala DTPHP Kabupaten Malang Avicenna Medisica Sani Putera mengatakan, hingga Agustus tahun 2022 ini, jumlah produksi kopi di Kabupaten Malang mencapai 15.000 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup bagus, sebab pada tahun 2021 lalu, produksi kopi mencapai 13.000 ton.

"Jika memang nantinya setiap OPD memakai produk UKM, terutama untuk kopi bubuk itu bisa membantu mereka. Ini kan sekarang tahunnya masih berjalan," ujar Avicena.

Apalagi dalam waktu dekat DTPHP akan meluncurkan produk kopi kemasan, dengan merek Kopi Kanjuruhan semua bahannya berasal dari kabupaten Malang. Nantinya kegiatan tersebut akan bekerjasama dengan UKM binaan DTPHP, terutama yang wilayahnya memiliki penghasil kopi. "Untuk wilayah kabupaten Malang, dari tiga daerah pegunungan terbanyak berjenis Robusta," pungkas Avicena.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Didik Gatot Subroto Kopi Amstirdam

Berita Lainnya