Cegah Bencana Angin Kencang, Tim Gabungan BPBD Kota Batu Turunkan Reklame Rawan Roboh

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya

25 - Jan - 2026, 06:39

Penurunan paksa reklame yang retak di Jalan Dewi Sartika Kelurahan Temas Kota Batu untuk mencegah roboh dan adanya korban.(Foto: Dokumen BPBD)


JATIMTIMES - Cuaca ekstrem yang melanda Kota Batu sepanjang hari Sabtu kemarin masih menyisakan ancaman bagi keselamatan publik. Tak ingin kecolongan dengan adanya korban jiwa, upaya preventif petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu  dan gabungan dilakukan. Salah satunya menurunkan reklame rawan roboh dan retak hingga perempesan pohon.

Tim BPBD mendapati laporan di titik-titik rawan, sejumlah papan reklame kondisinya sudah mengkhawatirkan. Di antaranya papan reklame yang berada di kawasan Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu.

Baca Juga : Ciri Siomay Berbahan Ikan Sapu-Sapu, Terlihat Menggoda tapi Bisa Mengancam Kesehatan

Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu Suwoko mengatakan, berdasarkan pengecekan di lapangan, struktur papan reklame tersebut diketahui sudah mengalami retak-retak pada bagian fondasi dan tiang penyangga, sehingga sangat berisiko roboh jika kembali diterjang angin kencang.

Suwoko mengungkapkan bahwa penurunan papan reklame tersebut merupakan langkah wajib untuk menjamin keselamatan pengguna jalan. Mengingat jalur Dewi Sartika merupakan salah satu akses padat kendaraan, keberadaan struktur yang tidak stabil dinilai membahayakan.

"Kami bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, pihak Alfamart, serta pengurus RT dan RW setempat menindaklanjuti laporan warga. Papan reklame tersebut dinilai membahayakan masyarakat dan pengguna jalan karena kondisinya sudah retak," ujar Suwoko, Minggu (25/1/2026).

Proses eksekusi penurunan reklame dilakukan dengan sangat hati-hati oleh petugas gabungan agar tidak mengganggu arus lalu lintas maupun membahayakan pemukiman di sekitarnya. Suwoko menekankan bahwa deteksi dini terhadap potensi bahaya struktur bangunan di ruang publik menjadi prioritas utama. "Sebab saat ini Kota Batu masih mengalami kondisi cuaca yang belum stabil," imbuhnya.

Tindakan ini merupakan rangkaian dari kesiapsiagaan pasca rentetan bencana yang mengepung Kota Batu pada Sabtu (24/1/2026) kemarin. Sebagaimana diketahui, dalam sehari saja tercatat ada lima kejadian bencana mulai dari atap sekolah SPS Tunas Harapan yang ambruk, hingga pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Junrejo dan Bumiaji.

Baca Juga : Pemkot Malang Pastikan Cari Solusi Penghijauan Kembali Kawasan Jalan Soekarno-Hatta

Upaya sterilisasi potensi bencana tidak hanya berhenti pada papan reklame. BPBD juga terus menyisir dahan-dahan pohon yang mulai condong ke jalan di jalur protokol. Hal ini dilakukan menyusul data Pusdalops yang menunjukkan dahan patah dan pohon tumbang sempat menutup akses di Jalan Raya Oro-Oro Ombo hingga Jalan Trunojoyo.

Hingga saat ini, BPBD Kota Batu masih menetapkan status waspada bagi seluruh personel dan relawan. Masyarakat pun diminta untuk aktif melaporkan benda-benda di ruang publik yang sekiranya sudah tidak layak secara konstruksi agar bisa segera dievakuasi sebelum bencana terjadi.

"Kami kembali mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Segera laporkan jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar agar bisa segera kami tindak lanjuti," tutupnya.


Topik

Peristiwa, bpbd kota batu, bencana angin kencang, suwoko,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette