5 Desa di Pujon Terdampak Banjir hingga Longsor
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Dede Nana
22 - Jan - 2026, 06:50
JATIMTIMES - Pada Rabu (21/1/2026), sedikitnya ada lima desa di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang yang dilaporkan terdampak bencana banjir luapan dan longsor. Hingga hari ini, Kamis (22/1/2026), personel gabungan masih melakukan serangkaian penanggulangan pasca bencana yang terjadi pada sejumlah desa di Kecamatan Pujon tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, sederet bencana banjir luapan dan longsor tersebut terjadi sejak Rabu (21/1/2026) menjelang petang hingga malam. Di mana, Dusun Talasan, Desa Sukomulyo menjadi daerah yang paling terdampak pada serangkaian bencana tersebut.
Baca Juga : Dugaan Keracunan MBG di SMKN 3 Boyolangu dan SMK Sore, SPPG Moyoketen Dihentikan Sementara
"Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Pujon dan sekitarnya menyebabkan tebing setinggi sekitar tujuh meter ,lebar tiga meter, dan panjang 15 meter longsor. Sehingga berdampak pada jalan Desa Sukomulyo yang tertutup total material longsor," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan, ketika memberikan konfirmasinya disela-sela penanganan bencana, Kamis (22/1/2026).
Pada penanggulangan longsor di Dusun Talasan tersebut, personel gabungan turut menggunakan alat berat berupa ekskavator dari dinas terkait. "Penanganan serta pembersihan material longsor telah selesai pada tadi (Kamis, 22/1/2026) dini hari. Sehingga akses jalan sudah bisa dilalui kembali," ungkap Sadono.
Pada hari yang sama, bencana longsor juga dilaporkan terjadi di Dusun Cukal, Desa Bendosari, Rabu (21/1/2026). Kejadian tersebut merupakan runtutan peristiwa banjir dan longsor yang dilaporkan turut merusak sejumlah fasilitas umum pada beberapa sekolahan, Posyandu, hingga rumah warga yang terjadi pada Senin (19/1/2026) lalu.
"Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan kawasan pada bahu jalan setinggi kurang lebih tiga meter, lebar 15 meter, dan ketebalan 50 sentimeter longsor," ujar Sadono.
Material longsor tersebut kemudian menimpa dinding rumah bagian dapur dan ruang tamu milik warga sekitar. "Longsor menimpa satu rumah warga yang dihuni oleh satu KK (Kepala Keluarga) dengan empat orang jiwa," imbuhnya.
Personel gabungan yang turut melibatkan BPBD Kabupaten Malang kemudian dikerahkan untuk melakukan penanggulangan longsor bersama warga setempat. "Nihil korban jiwa maupun luka-luka, lokasi longsor untuk sementara telah ditutup menggunakan terpal untuk mengantisipasi kejadian susulan," imbuhnya.
Tidak berselang lama kemudian, bencana longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Wiyurejo pada Rabu (21/1/2026) malam. "Hujan dengan intensitas deras mengakibatkan rumpun bambu setinggi sekitar 15 meter mengalami longsor," imbuhnya.
Dampaknya, material longsor tersebut menutup total jalan Kabupaten Malang. Yakni menutup jalan utama yang menghubungkan antar desa di Desa Wiyurejo dan Pujon lor.
Di sisi lain, bencana longsor dan banjir luapan yang cukup parah juga dilaporkan terjadi di Desa Ngroto pada Rabu (21/1/2026) petang. Pada peristiwa tersebut sedikitnya ada tujuh rumah warga yang terdampak banjir dan longsor, yang kemudian dilaporkan ke BPBD Kabupaten Malang pada Kamis (22/1/2026).
"Air Sungai Baloh meluap dikarenakan ada sumbatan sampah. Sehingga meluap ke jalan dan sebagian permukiman warga di Desa Ngroto dan sekitarnya," ujarnya.
Dari tujuh rumah warga yang terdampak bencana, enam di antaranya terdampak banjir luapan. Sedangkan yang terdampak longsor terjadi pada satu rumah milik warga. Meski demikian tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
"Pembersihan sampah masih di kondisikan bersama warga, sampai dengan tadi (Kamis, 22/1/2026), proses penanganan dan pembersihan masih berlangsung," imbuhnya.
Tidak hanya di Desa Ngroto, banjir luapan dilaporkan juga turut terjadi di Desa Pujon Lor pada Rabu (21/1/2026). "Air Sungai Baloh yang tersumbat sampah tersebut juga meluap ke jalan-jalan di Desa Pujon Lor," imbuhnya.
Data BPBD Kabupaten Malang mengungkapkan, sedikitnya ada tiga titik luapan air sungai di antara dua RT di Desa Pujon Lor tersebut. Di mana, luapan air sungai juga menyeret sampah hingga ke sepanjang jalan antara dua RT tersebut.
"Berdasarkan laporan terbaru, pembersihan dampak banjir luapan telah mencapai 70 persen," ungkap Sadono.
Hingga Kamis (22/1/2026), pembersihan dampak banjir masih terus dilangsungkan. Di mana, pembersihan material sampah yang turut terbawa banjir luapan tersebut tinggal tersisa di dua titik.
"Pembersihan juga turut dilakukan dengan penyemprotan air. Sedangkan sampah yang telah dibersihkan diangkut menggunakan alat berat dan truk," pungkas Sadono.
