BMKG Juanda Rilis Peringatan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur, Ini Daftar Wilayah yang Perlu Waspada

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

04 - Jan - 2026, 06:13

Ilustrasi hujan lebat. (Foto: iStock)


JATIMTIMES - Masyarakat Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga 10 Januari 2026. Kondisi ini berpeluang memicu berbagai bencana hidrometeorologi, mulai dari hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Berdasarkan informasi yang diunggah BMKG Juanda, potensi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan terjadi pada periode 1–10 Januari 2026 dan berpotensi melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur. 

Baca Juga : Kejari Batu Tangani 4 Perkara Korupsi di 2025: KUR BRI Naik Penyidikan, RSUD Karsa Husada Jadi Atensi Khusus

Daerah yang masuk dalam kategori rawan meliputi Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Selain itu, potensi serupa  mengintai wilayah perkotaan, yakni Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, serta Kota Batu.

Dalam keterangannya, BMKG Juanda juga menjelaskan bahwa saat ini seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan. Bahkan, beberapa daerah diperkirakan sudah berada pada fase puncak musim hujan.

"Intensitas cuaca ekstrem diprediksi meningkat dan berpotensi berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia, disertai gangguan gelombang atmosfer low frequency dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang diprakirakan melintasi wilayah Jawa Timur," demikian keterangan BMKG Juanda. 

Faktor lain yang turut memperkuat pembentukan awan hujan adalah suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup hangat, serta kondisi atmosfer lokal yang labil.

Baca Juga : Pembangunan RSUD Dampit Tergantung Bappenas, Dinkes Kabupaten Malang Siapkan Persyaratan Administrasi

"Kombinasi berbagai faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Dalam beberapa kasus, hujan juga dapat disertai petir dan angin kencang," tambah keterangannya. 

Oleh karenanya, BMKG Juanda mengimbau masyarakat maupun instansi terkait untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan masih akan berlangsung hingga Sabtu (10/1/2026). 

Khusus wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau memiliki tebing, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko lanjutan seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang saat hujan lebat.


Topik

Peristiwa, BMKG, cuaca ekstrem, Jatim, Jawa Timur, waspada cuaca ekstrem,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette