Dinsos Jatim Dampingi Penyintas Bom Bali 1 yang Viral Lantaran Ingin Suntik Mati
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
17 - Mar - 2025, 02:26
JATIMTIMES - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji turun tangan membantu Chusnul Chotimah, penyintas Bom Bali 1. Chusnul Chotimah menjadi sorotan setelah curhatannya mengenai tekanan hidup dan niat suntik mati viral di media sosial.
Chusnul mengalami berbagai kesulitan, mulai dari kondisi kesehatan yang belum pulih hingga perjuangan mengobati anaknya yang mengidap penyakit langka. Hingga saat ini, Chusnul masih menanggung luka serpihan kaca yang berada di dada dan telapak kaki kanannya yang belum sembuh serta perlu menjalani kontrol ke dokter.
Baca Juga : Lumbung Pangan EPIK Mobile Diharap Mampu Kendalikan Harga Sembako di Jatim
Selain itu, perempuan yang bekerja sebagai pedagang toko kelontong ini juga harus berjuang merawat anaknya, Muwafaq Faruq Muntaha, yang menderita penyakit Von Willebrand dengan biaya pengobatan yang sangat tinggi. Penyakit tersebut membuat sang putra harus menderita seumur hidup karena darahnya sulit membeku saat terjadi pendarahan.
Menanggapi hal itu, Dinsos Jatim bersama RSUD Haji langsung bertindak. Kamis, 13 Maret 2025 lalu, pendampingan dilakukan bersama Sekretaris Dinsos Jatim Yusmanu SST, Wakil Direktur RSUD Haji, Koordinator Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Jatim, dan dua Staf Ahli dari Wakil Presiden RI.
Mereka memberikan atensi serta perhatian khusus kepada Chusnul dan anaknya. Selain itu Dinsos Jatim melalui sekretarisnya dan Staf Ahli dari Wakil Presiden RI juga memberikan bantuan uang tunai yang diserahkan langsung kepada Chusnul.
Pendekatan dan penjangkauan intensif dilakukan untuk memberikan solusi nyata. Termasuk memastikan anak Chusnul mendapatkan suntikan Koate Antihemophilic Factor VIII yang sangat dibutuhkan.
Pada Jumat, 14 Maret 2025, langkah medis pertama dilakukan untuk menyelamatkan kesehatan sang anak di RSUD Haji. Bahkan RSUD Haji menegaskan bahwa pihaknya sanggup untuk mengcover pelayanan dan pengobatan anak Chusnul.
Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani menegaskan, pemerintah hadir untuk melindungi warganya yang sedang mengalami kesulitan. "Kami bersama RSUD Haji bergerak cepat memastikan Bu Chusnul dan anaknya mendapatkan bantuan yang layak, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk melindungi warganya di saat mereka menghadapi kesulitan," ujarnya, Senin (17/3/2025).
Baca Juga : Baca Selengkapnya