500 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Ini Menu yang Dikonsumsi hingga Keluhan Muncul

02 - Sep - 2026, 11:58

Suasana di depan Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo pada Selasa (1/9/2026) malam. (Foto: Threads)


JATIMTIMES - Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Hingga Rabu (2/9/2026) pagi, jumlah santri yang mendapat penanganan medis mencapai sekitar 500 orang.

Ratusan santri tersebut tidak dirawat di satu rumah sakit. Mereka tersebar di delapan fasilitas kesehatan di Sidoarjo setelah mengalami sejumlah keluhan usai menyantap makanan MBG pada Selasa (1/9/2026).

Baca Juga : Rem Blong Diduga Picu Kecelakaan Dua Truk di Singosari Malang

Data penanganan terbaru menunjukkan 320 pasien telah diperbolehkan pulang. Sementara 65 santri masih menjalani rawat inap dan 115 lainnya berada dalam pemantauan atau observasi. RSUD Notopuro menjadi rumah sakit dengan jumlah pasien terbanyak, yakni 334 santri.

Kasus ini bermula setelah para santri menyantap makanan MBG yang dibagikan pada Selasa siang. Makanan tersebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.

Pendamping SPPG, Serka Andik, mengatakan makanan dikirim dari dapur sekitar pukul 10.00 WIB. Menu kemudian dibagikan kepada para santri sekitar pukul 12.00 WIB.

Menu yang disantap terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, serta buah apel.

Salah satu santriwati berinisial SZ (15) mengaku masih mengingat makanan yang disantapnya sebelum mengalami keluhan.

"Makan MBG jam 13.00 WIB. Yang dimakan nasi putih, telur orak-arik, tempe kayak bali, enggak pedes," kata SZ dikutip detikjatim, Rabu (2/9/2026). 

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin. (Foto: Instagram)

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin. (Foto: Instagram)

Menurut SZ, ada satu menu yang tidak dihabiskannya karena rasanya dianggap berbeda. Ia menyebut sayur tumis yang diterimanya terasa asam. "Sayur enggak habis, yang kecut dari sayurnya," ucapnya.

Setelah makan siang, kondisi SZ mulai tidak nyaman. Ia mengaku mengalami mual, badan terasa lemas, kemudian disertai pusing.

Baca Juga : Viral! Orang Tua di Yogya War Bimbel Mulai Jam 2 Pagi, untuk Tahun Ajaran Depan

Keluhan serupa kemudian dialami banyak santri lainnya. Memasuki sore hingga malam, jumlah santri yang membutuhkan pemeriksaan medis terus bertambah. Mereka selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans menuju sejumlah rumah sakit.

Dugaan keracunan tersebut kemudian ditindaklanjuti Badan Gizi Nasional (BGN). Operasional SPPG Kalitengah yang memasok makanan MBG ke Ponpes Manbaul Hikam dihentikan sementara.

SPPG Kalitengah diketahui memiliki kapasitas produksi sekitar 2.800 porsi MBG setiap hari. Namun, BGN belum menyimpulkan penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada para santri.

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan keputusan penghentian sementara telah dituangkan dalam surat BGN. Langkah tersebut dilakukan sambil menunggu evaluasi serta pemeriksaan laboratorium.

"Sementara ini karena memang sementara disuspen, dari BGN sudah surat turun di-suspend sementara," katanya. 

Menurut Teguh, penghentian operasional belum ditentukan sampai kapan. BGN masih menunggu hasil evaluasi dan pemeriksaan laboratorium sebelum menentukan nasib SPPG tersebut.

"Sampai hasil evaluasi ya, evaluasi dan hasil lab keluar. Jadi sementara kami sedang laporan ke pusat, pusat akan menimbang apakah di-suspendnya suspend sementara atau suspen permanen," jelas Teguh. 


Topik

Peristiwa, MBG, Keracunan MBG, MBG Beracun, Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette