Unisba Blitar Tampilkan Tari Tambun dan Bungai di BEN Carnival 2026, Hidupkan Spirit Kepahlawanan Dayak
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Nurlayla Ratri
23 - Aug - 2026, 11:14
JATIMTIMES – Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar membawa semangat kepahlawanan masyarakat Dayak ke panggung 5th Blitar Ethnic National (BEN) Night Carnival 2026. Kampus tersebut menampilkan Tari Tambun dan Bungai, kesenian tradisional dari Kalimantan Tengah, dalam gelaran budaya di Kota Blitar, Sabtu (22/8/2026) malam.
Para penari Unisba tampil dengan balutan busana bernuansa Dayak. Dominasi warna merah, ornamen etnik, serta hiasan kepala menjadi elemen visual yang menguatkan karakter pertunjukan. Gerak tari yang dinamis kemudian membawa cerita tentang keberanian, perjuangan, dan penghormatan terhadap leluhur.
Baca Juga : Gerhana Bulan Sebagian Muncul di Akhir Agustus, Ini Jadwal dan Wilayah yang Bisa Melihat
Tari Tambun dan Bungai berakar dari kisah kepahlawanan Tambun dan Bungai dalam tradisi masyarakat Dayak Ot Danum. Keduanya dikenang sebagai tokoh yang berjuang melindungi masyarakat dan hasil panen dari ancaman musuh. Kisah tersebut kemudian diwariskan melalui seni pertunjukan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Unisba Blitar Dr. Supriyono, M.Ed. mengatakan, keterlibatan perguruan tinggi dalam BEN Carnival memiliki makna lebih luas daripada sekadar mengikuti sebuah pertunjukan. Panggung budaya tersebut dapat menjadi ruang pendidikan sekaligus memperkenalkan keragaman Nusantara kepada generasi muda.
“Perguruan tinggi tidak hanya berbicara tentang pendidikan di ruang kelas. Mahasiswa juga perlu memiliki ruang untuk mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan kekayaan budaya Indonesia. Melalui BEN Carnival, semangat itu bisa diwujudkan secara langsung,” kata Supriyono.

Membawa Nilai Kepahlawanan Dayak
Pemilihan Tari Tambun dan Bungai membawa pesan yang sejalan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tarian tersebut tidak hanya menawarkan kekayaan visual budaya Kalimantan Tengah, tetapi juga menyimpan nilai keberanian dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam perkembangannya, Tari Tambun dan Bungai juga menjadi medium pendidikan. Cerita kepahlawanan yang berada di balik setiap geraknya menjadi jembatan bagi generasi baru untuk mengenal nilai-nilai yang diwariskan masyarakat Dayak.
Menurut Supriyono, kekayaan budaya Nusantara perlu dikenalkan dengan cara yang dekat dengan generasi muda. Keterlibatan mahasiswa dalam pertunjukan menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang tidak berhenti pada pengetahuan teoritis.
“Budaya adalah bagian dari identitas bangsa. Ketika generasi muda terlibat langsung, mereka tidak hanya mengetahui sebuah tradisi, tetapi juga memahami nilai yang ada di dalamnya. Ini yang penting untuk terus kita rawat bersama,” ujarnya.

Kampus Ikut Merawat Keragaman Nusantara
Baca Juga : Tari Lariangi Warnai BEN Carnival 2026, Dispendukcapil Kota Blitar Angkat Budaya Sulawesi Tenggara
Keterlibatan Unisba Blitar menjadi bagian dari puluhan penampilan yang mengisi BEN Carnival 2026. Tahun ini, sebanyak 40 penampilan dihadirkan untuk merepresentasikan kekayaan budaya dari 34 provinsi di Indonesia.
Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin mengatakan BEN Carnival sengaja dirancang sebagai ruang untuk mengenalkan kebesaran dan kemajemukan Indonesia kepada masyarakat.
“Bangsa kita sangat besar, sangat beragam, dan sangat majemuk, sehingga bisa bersatu menjadi satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. BEN Carnival ini menjadi bentuk pembelajaran sekaligus hiburan masyarakat tentang adat istiadat Nusantara,” kata Mas Ibin.
BEN Carnival tahun ini mengusung tema “Nusantara Retrofuturism: Harmoni Tradisi Menuju Kota Masa Depan”. Tema tersebut menempatkan tradisi bukan sebagai peninggalan yang berhenti di masa lalu, melainkan sebagai sumber kreativitas untuk menatap masa depan.

Bagi Mas Ibin, spirit itu selaras dengan posisi Kota Blitar sebagai Bumi Bung Karno. Kemajuan harus berjalan beriringan dengan kemampuan menjaga kepribadian dan akar kebudayaan bangsa.
“Kita boleh melangkah sejauh-jauhnya menuju masa depan, tetapi jati diri dan akar budaya Nusantara harus tetap kita jaga, kita hidupkan, dan kita wariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Melalui penampilan Tari Tambun dan Bungai, Unisba Blitar mengambil bagian dalam ikhtiar tersebut. Panggung BEN Carnival mempertemukan pendidikan, kreativitas anak muda, dan warisan budaya dalam satu ruang. Dari Blitar, kisah kepahlawanan masyarakat Dayak kembali dituturkan kepada generasi hari ini melalui gerak tari.
