Dosen Matematika UB Dorong Guru Kuasai AI untuk Menjaga Kualitas Pembelajaran Matematika

05 - Aug - 2026, 03:40

Departemen Matematika FSTeM UB berkerjasama dengan SMAN 1 Krembung dalam upaya meningkatkan kapasitas guru menghadapi transformasi pendidikan digital. (ist)


JATIMTIMES - Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan berkembang semakin cepat. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan baru bagi guru, khususnya dalam pembelajaran matematika, yang selama ini menuntut kemampuan berpikir logis, analitis, dan pemecahan masalah. Di tengah kemudahan peserta didik mengakses teknologi AI, guru dituntut mampu memanfaatkannya secara tepat tanpa mengurangi esensi proses belajar.

Isu tersebut menjadi perhatian Departemen Matematika Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMAN 1 Krembung, Kabupaten Sidoarjo, para dosen memberikan pembekalan mengenai pemanfaatan AI dalam pembelajaran Analisis Matematika sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas guru menghadapi transformasi pendidikan digital.

1

Ketua Tim PkM, Prof. Marjono, M.Phil., mengatakan perkembangan teknologi tidak dapat dihindari sehingga guru perlu memiliki kemampuan memanfaatkan AI secara bijak sebagai pendukung proses pembelajaran.

Baca Juga : Dari Shutter hingga Speed, Sekretariat DPRD Surabaya Berbagi Teknik Fotografi via Mini Workshop

"Kami ingin berbagi ilmu pengetahuan, khususnya mengenai perkembangan terbaru dalam pembelajaran matematika berbasis teknologi, sehingga para guru memperoleh wawasan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan di kelas," ujar Prof. Marjono.

Menurutnya, AI bukan untuk menggantikan peran pendidik, melainkan membantu guru menciptakan proses belajar yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

"Pengabdian kepada Masyarakat merupakan program tahunan dosen Departemen Matematika Universitas Brawijaya. Kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kemitraan yang berkelanjutan dengan sekolah sekaligus memperkenalkan Departemen Matematika Universitas Brawijaya kepada masyarakat sebagai salah satu pilihan terbaik untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang matematika," lanjutnya.

Program tersebut dipimpin Prof. Marjono bersama tim dosen Departemen Matematika FSTeM UB yang terdiri atas Prof. Drs. M. Muslikh, Ph.D., Corina Karim, S.Si., M.Si., Ph.D., Ratno Bagus E.W., S.Si., M.Si., Ph.D., serta Dra. Endang Wahyu H., M.Si.

2

Selama pembekalan, para guru dikenalkan dengan berbagai platform AI yang dapat dimanfaatkan untuk menyusun bahan ajar, mengembangkan media pembelajaran, merancang asesmen, hingga membantu penyelesaian persoalan Analisis Matematika. Selain praktik penggunaan teknologi, diskusi juga menyoroti etika pemanfaatan AI, teknik menyusun prompt yang efektif, serta strategi agar kecerdasan buatan tetap menjadi alat bantu yang memperkuat kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Kepala SMAN 1 Krembung, Siwi Kuntarsih, S.Pd., M.Pd., menilai peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan AI menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan di tengah perubahan pola pembelajaran.

"Kegiatan ini sangat membantu sekolah dalam memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pembelajaran. Guru memperoleh perspektif baru tentang bagaimana teknologi dapat digunakan secara positif untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar," katanya.

Baca Juga : Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Gelar Pelatihan Terpadu

Ia berharap sinergi antara sekolah dengan Universitas Brawijaya dapat terus berlanjut sehingga penguatan kompetensi guru tidak berhenti pada satu program saja.

"Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sebagai bentuk kolaborasi yang berkesinambungan. Kami juga berharap semakin banyak lulusan SMAN 1 Krembung yang melanjutkan pendidikan ke Departemen Matematika Universitas Brawijaya," tambah Siwi.

Selain peningkatan kapasitas guru, Departemen Matematika FSTeM UB dan SMAN 1 Krembung juga memperkuat kolaborasi melalui penandatanganan kerja sama. Kemitraan tersebut diarahkan pada pengembangan kompetensi guru, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, penelitian, hingga program pendampingan pendidikan secara berkelanjutan.

Upaya tersebut sekaligus juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kompetensi guru, SDG 9 mengenai inovasi dan pemanfaatan teknologi, serta SDG 17 melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Lebih dari itu, hal ini juga menjadi bagian dari strategi mempercepat transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab. "Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya mengikuti perkembangan AI, tetapi juga menjaga kualitas pembelajaran matematika sebagai ruang untuk membangun nalar, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik," pungkasnya.

 


Topik

Pendidikan, fstem ub, Fakultas Sains Teknologi dan Matematika, universitas brawijaya, pengabdian masyarakat, jurusan matematika, pemanfaatan ai,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette