Udara Batu Makin Dingin, Dinkes Ingatkan Bahaya ISPA hingga PPOK saat Bediding

28 - Jul - 2026, 11:45

Pemandangan Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Penurunan suhu udara yang terjadi di Kota Batu bukan hanya menghadirkan udara sejuk, tetapi juga membawa dampak terhadap kesehatan masyarakat. Di tengah fenomena bedidingyang masih berlangsung, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang rentan muncul saat cuaca dingin.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur pada Senin (27/7/2026), suhu udara di Kota Batu diperkirakan berada pada kisaran 13 hingga 23 derajat Celsius, bahkan dapat menyentuh 11 derajat Celsius pada waktu tertentu. Kondisi tersebut menjadikan Kota Batu sebagai wilayah dengan suhu terendah di Jawa Timur.

Baca Juga : Model Perlindungan Anak PMI Gresik Diapresiasi Nasional, Bupati Yani Terima Penghargaan Kepala Daerah Inspiratif

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Batu, dr. Icang Sarrazin, mengatakan udara dingin dapat memicu reaksi tubuh, terutama pada masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu maupun sensitivitas terhadap perubahan cuaca.

“Ketika suhu turun cukup ekstrem, tubuh akan beradaptasi. Pada sebagian orang, terutama yang memiliki riwayat alergi atau gangguan pernapasan, perubahan ini bisa memunculkan keluhan kesehatan yang lebih cepat dibandingkan saat cuaca normal,” katanya, Selasa (28/7/2026).

Ia menambahkan, salah satu gangguan yang cukup sering muncul saat suhu rendah adalah reaksi alergi pada kulit. Kondisi tersebut ditandai dengan munculnya bentol-bentol, rasa gatal, hingga kemerahan yang datang secara tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas.

“Keluhan seperti biduran atau bentol di kulit sering kali meningkat ketika udara lebih dingin. Ini merupakan respons tubuh terhadap perubahan suhu lingkungan,” imbuh dokter Icang.

Tak hanya itu, dokter Icang membeberkan bahwa cuaca dingin juga dapat memperburuk kondisi penderita penyakit saluran pernapasan kronis, seperti asma, bronkitis kronis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hingga emfisema.

“Udara dingin membuat saluran napas menjadi lebih sensitif. Akibatnya, penderita asma atau PPOK lebih mudah mengalami sesak napas, batuk yang berulang, bahkan kekambuhan jika tidak menjaga kondisi tubuh,” jelasnya.

Baca Juga : 5 Rekomendasi Kulkas LG Terbaru di Blibli

Selain penyakit kronis, fenomena bediding juga dinilai berpotensi meningkatkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Menurutnya, udara yang lebih kering selama musim dingin mempermudah iritasi pada saluran napas sehingga risiko infeksi menjadi lebih tinggi.

“Saluran napas yang kering akan lebih rentan mengalami iritasi. Bila daya tahan tubuh sedang menurun, peluang terkena ISPA juga menjadi lebih besar,” ucapnya.

Karena itu, Dinkes Kota Batu mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan perubahan suhu yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Penggunaan pakaian hangat, menjaga kecukupan cairan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, serta beristirahat yang cukup dinilai menjadi langkah sederhana untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Kami mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya selama cuaca dingin berlangsung. Bila muncul gejala seperti sesak napas, batuk yang tidak kunjung membaik, atau reaksi alergi yang semakin berat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar dapat ditangani lebih dini,” tutupnya.


Topik

Peristiwa, Bediding, musim kemarau, dingin, Kota Batu, ISPA,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette