Hari Pertama MPLS, Ratusan Siswa di Kota Malang Dibekali Antikorupsi dan Bahaya Narkoba

13 - Jul - 2026, 06:53

Petugas kepolisian Polsek Lowokwaru saat memberikan edukasi antikorupsi serta menjauhi penyalahgunaan narkoba di SMAN 8 Malang, Senin (13/7/2026). (Foto: Istimewa)


JATIMTIMES - Kebiasaan mencontek, memalsukan data hingga mengambil hak orang lain menjadi contoh perilaku yang disoroti dalam kegiatan MPLS di SMAN 8 Malang, Senin (13/7/2026). Lewat pembekalan kepada 324 siswa baru, kepolisian mengingatkan bahwa perilaku tidak jujur dapat menjadi pintu masuk lahirnya budaya korupsi jika dibiarkan sejak usia sekolah.

Pihak kepolisian yang hadir dari Polsek Lowokwaru hadir memanfaatkan momentum MPLS untuk memberikan pembekalan tentang pentingnya membangun karakter antikorupsi serta menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga : SMAN 2 Kota Malang Dukung Gernas RANA, Perkuat Komitmen Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman

Alih-alih menyampaikan materi dengan pendekatan yang kaku, petugas mengajak para siswa berdiskusi mengenai persoalan yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kebiasaan mencontek saat ujian, memalsukan data, hingga mengambil hak orang lain dibahas sebagai contoh perilaku yang dapat menjadi cikal bakal tindakan korupsi apabila terus dibiarkan.

Wakapolsek Lowokwaru, AKP Bagus Setioko Darmawan, mengatakan pembentukan karakter tidak bisa dimulai ketika seseorang sudah dewasa. Menurutnya, nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab harus ditanamkan sejak pelajar menginjak bangku sekolah.

“Korupsi bukan hanya soal uang negara yang hilang. Semua berawal dari kebiasaan kecil yang dianggap sepele, seperti tidak jujur atau mengambil sesuatu yang bukan haknya. Karena itu, karakter antikorupsi harus dibangun sejak dini melalui kebiasaan hidup jujur dan bertanggung jawab,” ujar Bagus.

Selain membahas integritas, materi lain yang menjadi perhatian adalah ancaman penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja. Bagus mengingatkan bahwa pelajar merupakan kelompok usia yang rentan menjadi sasaran peredaran narkoba sehingga perlu memiliki keberanian untuk menolak pengaruh lingkungan yang negatif.

“Jangan pernah mencoba narkoba hanya karena rasa penasaran atau ikut-ikutan teman. Sekali terjerumus, dampaknya bisa menghancurkan masa depan, merusak hubungan dengan keluarga, bahkan berujung pada persoalan hukum,” katanya.

Dalam sesi yang berlangsung interaktif itu, para siswa diberi kesempatan menyampaikan berbagai pertanyaan. Mereka tidak hanya menanyakan ancaman pidana bagi pelaku korupsi dan penyalahgunaan narkoba, tetapi juga berdiskusi mengenai langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dari perilaku menyimpang.

Baca Juga : Dinas Pendidikan Jatim Komitmen Ciptakan Lingkungan Sekolah Bebas Rokok, Guru Diminta Jadi Teladan

Menurut Bagus, pelajar memiliki posisi penting sebagai agen perubahan. Ia berharap para siswa berani saling mengingatkan apabila menemukan tindakan yang bertentangan dengan nilai kejujuran maupun indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitarnya.

“Kami ingin para siswa bukan hanya memahami aturan hukum, tetapi juga menjadi pelopor di sekolah. Berani berkata jujur, berani menolak narkoba, dan berani mengingatkan teman ketika melihat sesuatu yang salah,” tegasnya.

Ia menambahkan, upaya membentuk generasi yang berintegritas tidak bisa dibebankan kepada sekolah semata. Peran keluarga, tenaga pendidik, dan aparat penegak hukum perlu berjalan beriringan agar nilai-nilai positif yang diterima siswa di sekolah dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian dalam mendekatkan diri dengan dunia pendidikan sekaligus memperkuat kesadaran hukum di kalangan pelajar sejak hari pertama mereka memasuki jenjang pendidikan menengah atas.


Topik

Pendidikan, Hari Pertama MPLS, MPLS, Kota Malang, Antikorupsi, Bahaya Narkoba,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette