Hadapi Ancaman Dunia Digital, Literasi Pelajar Sekolah Rakyat Kota Malang Diperkuat

Reporter

Riski Wijaya

Editor

A Yahya

03 - Jul - 2026, 06:47

Kegiatan penguatan literasi digital pelajar SRMP 16 Kota Malang.(Foto: Istimewa).


JATIMTIMES - Perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi dunia pendidikan, tetapi di saat yang sama juga menghadirkan ancaman yang tidak bisa diabaikan. Paparan judi daring, hoaks, perundungan siber, hingga berbagai bentuk konten negatif menjadi tantangan yang harus dihadapi generasi muda sejak dini.

Berangkat dari kondisi tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang menggagas program Sinau Perkuat Literasi Digital (SAPULIDI) sebagai upaya membangun budaya bermedia digital yang sehat di lingkungan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang.

Baca Juga : Kasus Narkoba di Kota Malang Naik pada Semester I 2026, Polisi Sita 27 Kg Ganja

Kepala Diskominfo Kota Malang, Nur Widianto, menjelaskan bahwa SAPULIDI bukan sekadar memberikan pemahaman tentang penggunaan teknologi, melainkan membekali para pelajar agar memiliki kemampuan menyaring informasi, berpikir kritis, serta mampu mengenali berbagai ancaman di ruang digital.

Menurutnya, nama SAPULIDI sendiri dipilih sebagai simbol semangat "menyapu" berbagai pengaruh negatif di dunia digital. Melalui pendekatan tersebut, pelajar diharapkan tidak mudah terjebak pada praktik judi daring, penyebaran hoaks, maupun bentuk penyalahgunaan teknologi lainnya.

"Akronim Sinau Perkuat Literasi Digital memiliki makna spirit sapu yang menyapu hal-hal negatif. Dalam konteks ini seperti judol, hoaks, dan sebagainya. Ini merupakan bagian dari penguatan literasi digital bagi pelajar Sekolah Rakyat," ujarnya.

Selain mengajarkan etika dan keamanan dalam bermedia digital, SAPULIDI juga mengenalkan peserta didik pada materi dasar teknologi informasi. Mulai dari pengenalan coding, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga dasar-dasar keamanan informasi dan persandian.

Diriny menilai bekal tersebut penting untuk memperluas wawasan sekaligus membangun fondasi keterampilan digital sejak usia sekolah. Dengan demikian, para pelajar memiliki kesiapan yang lebih baik apabila kelak melanjutkan pendidikan atau meniti karier di bidang teknologi, industri kreatif, maupun sektor lain yang membutuhkan kompetensi digital.

Baca Juga : Komisi E DPRD Jatim Soroti Maraknya Remaja Bawah Umur Jadi Eksekutor Curanmor

Ia menambahkan, kehadiran pemerintah dalam program tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan pembelajaran di Sekolah Rakyat, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.

"Pelajar Sekolah Rakyat membutuhkan sarana prasarana penunjang. Karena itu kami perlu hadir sesuai dengan kapasitas yang kami miliki," katanya.

Ke depan, Diskominfo Kota Malang berkomitmen untuk terus mengembangkan program SAPULIDI melalui kolaborasi bersama pihak sekolah. Materi dan pola pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik agar penguatan literasi digital dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.


Topik

Pendidikan, diskominfo kabupaten malang, sapulidi, nur widianto,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette