ORSC Malaysia Dalami Strategi Menembus Scopus di UIN Maliki Malang, Tata Kelola Jurnal Jadi Sorotan

14 - Jun - 2026, 06:00

Delegasi ORSC International Islamic University Malaysia (IIUM) berfoto bersama tim PPI LP2M UIN Maliki Malang usai diskusi mengenai strategi tata kelola jurnal ilmiah, penguatan kualitas publikasi, dan persiapan indeksasi internasional menuju DOAJ, WoS, serta Scopus (ist)


JATIMTIMES – Persaingan jurnal ilmiah untuk memperoleh pengakuan internasional semakin ketat. Di tengah tuntutan peningkatan kualitas publikasi akademik, tata kelola jurnal kini menjadi faktor penentu yang tidak kalah penting dibanding kualitas artikel yang diterbitkan. 

Isu inilah yang menjadi fokus kunjungan Omani Research and Studies Centre (ORSC) International Islamic University Malaysia (IIUM) ke Pusat Publikasi Ilmiah (PPI) LP2M Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, belum lama ini.

Baca Juga : Dihadiri Juri Internasional, Olimpiade dan English Story Telling Gelaran Polres Situbondo Diikuti Ratusan Pelajar

ORSC yang saat ini mengembangkan Sohar: Journal of Omani Research and Studies mencari referensi mengenai pengelolaan jurnal yang mampu memenuhi standar lembaga pengindeks internasional. Jurnal tersebut mempublikasikan kajian budaya Oman sekaligus berupaya membangun jembatan akademik antara kawasan Arab dan Asia Tenggara.

Dalam diskusi tersebut, persoalan tata kelola jurnal menjadi perhatian utama. Kepala PPI UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Rohmani Nur Indah, M.Pd., menjelaskan bahwa banyak jurnal menghadapi kendala bukan pada ketersediaan naskah, melainkan pada konsistensi pengelolaan editorial, kepatuhan terhadap etika publikasi, serta kemampuan memenuhi standar yang ditetapkan lembaga pengindeks bereputasi dunia.

Menurutnya, penguatan kebijakan editorial menjadi fondasi yang harus dibangun sejak awal. Selain itu, pengelola jurnal juga dituntut memiliki sistem penerbitan yang transparan, proses review yang terukur, serta mekanisme pengawasan etika publikasi yang jelas.

“Tata kelola yang baik menjadi pondasi utama bagi keberlanjutan jurnal ilmiah,” ujar Prof. Indah.

Ia menambahkan, pengelolaan yang konsisten dan berorientasi pada kualitas akan meningkatkan kredibilitas jurnal di mata penulis, reviewer, dan pembaca. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting untuk memperoleh pengakuan dari lembaga pengindeks seperti Directory of Open Access Journals (DOAJ), Web of Science (WoS), maupun Scopus.

Isu lain yang turut mengemuka adalah tantangan internasionalisasi jurnal. Tidak sedikit jurnal yang memiliki kualitas artikel baik, tetapi gagal memenuhi persyaratan indeksasi karena belum mampu membangun jejaring editor dan reviewer dari berbagai negara. Padahal, aspek tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian lembaga pengindeks global.

Pengalaman menghadapi tantangan tersebut dibagikan oleh Ramadhita, M.H.I., Editor in Chief De Jure: Jurnal Hukum dan Syar'iah. Jurnal yang dikelolanya berhasil terindeks Scopus pada 2024 setelah melalui berbagai tahapan pembenahan.

Baca Juga : Kampus di Malang Ubah Mindset Warga, Tutup Botol Disulap Bernilai Ekonomi Tinggi dan Kurangi Sampah Plastik

Ramadhita menjelaskan bahwa peningkatan kualitas substansi artikel harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola. Selain itu, perlu dilakukan internasionalisasi dewan editor dan reviewer serta persiapan yang matang menghadapi proses evaluasi dari Scopus yang dikenal ketat.

Bagi ORSC, pengalaman tersebut menjadi referensi penting dalam membangun reputasi Sohar: Journal of Omani Research and Studies sejak tahap awal. Direktur ORSC, Prof. Dr. Rahmah binti Ahmad H. Osman, menilai berbagai masukan yang diperoleh dari UIN Maliki Malang memberikan gambaran konkret mengenai langkah yang perlu dilakukan agar jurnal baru dapat berkembang dan memiliki daya saing internasional.

“Alhamdulillah, banyak sekali hal yang dapat kami ambil dan pelajari melalui diskusi bersama PPI UIN Malang. Berbagai pengalaman dan masukan yang kami peroleh akan menjadi bekal penting untuk pengembangan jurnal yang kami kelola,” kata Prof. Rahmah.

 


Topik

Pendidikan, ORSC Malaysia, Scopus, UIN Malang, UIN Maliki Malang, Tata Kelola Jurnal,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette