Evakuasi Pendaki Ilegal di Gunung Semeru Terkendala Medan, Akses Jarak Pandang Terhalang Kabut

04 - Jun - 2026, 03:55

Personel gabungan yang dilibatkan dalam proses evakuasi terhadap pendaki ilegal yang mengalami kecelakaan saat melakukan pendakian melalui jalur yang bukan resmi di Gunung Semeru pada Kamis (4/6/2026). (Foto: Istimewa)


JATIMTIMES - Proses evakuasi terhadap seorang pendaki gunung ilegal berusia 18 tahun bernama Cakra hingga kini masih berlangsung, Kamis (4/6/2026). Korban dilaporkan masih ada di kawasan Gunung Semeru usai mengalami kecelakaan jatuh ke lereng usai nekat mendaki lewat jalur tidak resmi pada Sabtu (30/5/2026).

Sementara itu, upaya evakuasi turut melibatkan personel gabungan serta Tim Search and Rescue (SAR). Medan yang terjal hingga jarak pandang yang terhalang kabut menjadi kendala saat proses evakuasi tersebut berlangsung.

Baca Juga : Jangan Terlewat! 4 Beasiswa Terbaru Juni 2026 untuk Calon Mahasiswa, Kuliah Bisa Gratis

Perkembangan kondisi di lapangan selama proses evakuasi tersebut turut dikonfirmasi oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha. "Tim gabungan yang terdiri dari petugas BB TNBTS, Basarnas, masyarakat setempat, hingga relawan telah kembali bergerak menuju lokasi untuk melanjutkan proses evakuasi," ujarnya.

Sebelum dilangsungkan pada hari ini, disampaikan Rudijanta, proses evakuasi lanjutan tersebut juga telah dilangsungkan pada kemarin, Rabu (3/6/2026) sejak pukul 06.00 WIB. Pada hari yang sama, korban ketika itu dilaporkan mulai proses untuk dibawa turun dari lokasi ditemukannya menuju posko evakuasi.

"Pada saat itu korban diperkirakan tiba di posko evakuasi pada tengah hari apabila kondisi cuaca dan medan memungkinkan," ujarnya.

Dijelaskan Rudijanta, posko evakuasi sementara tersebut berada di rumah warga setempat. "Ambulans dan tenaga kesehatan telah disiagakan di posko evakuasi untuk memberikan penanganan medis awal kepada korban, sebelum dirujuk ke rumah sakit terdekat apabila diperlukan," ujarnya.

Berdasarkan informasi terbaru, proses evakuasi yang diperkirakan dapat berlangsung kemarin, Rabu (3/6/2026) malam tersebut ternyata terpaksa ditunda. Pertimbangannya karena kondisi jalur pendakian untuk evakuasi dengan medan yang terjal, banyak jurang yang curam, hingga jarak yang harus ditempuh menjadi kendala saat proses evakuasi berlangsung.

Di sisi lain, perjalanan menuju tebing di kawasan Gunung Semeru juga tertutup kabut pada malam hari. Sehingga sangat berisiko jika perjalanan pada proses evakuasi tersebut tetap dilanjutkan pada kemarin malam.

"BB TNBTS hingga saat ini masih terus melakukan koordinasi dan pemantauan perkembangan penanganan di lapangan bersama seluruh unsur yang terlibat," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kronologi petaka yang dialami oleh rombongan pendaki ilegal tersebut bermula pada Sabtu (30/5/2026). Pada hari itu, tiga orang pendaki termasuk korban yang diketahui berasal dari Semarang, Pasuruan, dan Malang melakukan aktivitas pendakian menuju kawasan Gunung Semeru melalui jalur Candi Jawar Purbakala.

Jalur yang digunakan tersebut bukan merupakan jalur resmi pendakian wisata yang dikelola BB TNBTS. Sehingga jalur tersebut bukan merupakan pintu masuk maupun jalur resmi yang digunakan untuk aktivitas pendakian Gunung Semeru.

Baca Juga : Wujudkan Ketahanan Pangan,Arumi Bachsin Apresiasi Pramuka Kota Kediri

Di sisi lain, hingga saat ini pendakian menuju puncak Gunung Semeru juga masih ditutup. Yakni sehubungan dengan aktivitas vulkanologi Gunung Semeru dan pertimbangan keselamatan pengunjung. Artinya, aktivitas yang dilakukan ketiga orang tersebut merupakan pendakian ilegal dan bahkan tidak tercatat dalam sistem pelayanan pendakian BB TNBTS.

Hingga akhirnya, pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, salah satu pendaki dilaporkan menghubungi orang tuanya. Ia kemudian menyampaikan jika dirinya terjatuh di lereng Gunung Semeru serta membutuhkan pertolongan.

Keluarga korban kemudian menindaklanjuti informasi tersebut dengan turut berkoordinasi kepada sejumlah pihak terkait untuk melakukan pencarian terhadap korban. Pada Senin (1/6/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB, ayah korban bersama enam orang warga sekitar melakukan upaya pencarian menuju ke lokasi yang diduga merupakan keberadaan korban.

Perlu diketahui, untuk mencapai lokasi korban tersebut diperlukan waktu tempuh sekitar delapan jam dengan berjalan kaki melalui medan yang terjal, curam, hingga minim akses. Hasilnya, pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, korban dilaporkan telah ditemukan.

Meski demikian, proses evakuasi mengalami kendala karena kondisi medan yang cukup berat. Sehingga tim yang dikerahkan pada saat itu membutuhkan dukungan personel tambahan.

Upaya evakuasi tersebut terus berlanjut sejak Rabu (3/6/2026) hingga hari ini. "Saat ini proses evakuasi korban masih berlangsung dengan melibatkan unsur BB TNBTS, Basarnas, masyarakat setempat, relawan, hingga sejumlah pihak terkait lainnya," pungkas Rudijanta.


Topik

Peristiwa, Evakuasi, Pendaki Ilegal, pendaki gunung, Gunung Semeru, Kabut,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette