Polemik Ratu Sofya dan HAS Pictures Melebar, Persoalan Honor hingga Keluarga Ikut Terseret

Reporter

Mutmainah J

23 - May - 2026, 12:07

Ratu Sofya. (Foto Instagram)


JATIMTIMES - Konflik antara aktris Ratu Sofya dan rumah produksi HAS Pictures terkait film Dosa Penebusan atau Pengampunan terus berkembang. Jika sebelumnya persoalan hanya berkaitan dengan absennya sang aktris dalam kegiatan promosi film, kini muncul isu baru yang menyeret hubungan keluarga hingga pengelolaan honor kerja.

Sorotan publik semakin tajam setelah beredar kabar bahwa Ratu Sofya disebut mengirim somasi kepada kedua orang tuanya terkait pendapatan dari hasil pekerjaannya di dunia hiburan. Kabar tersebut memicu berbagai spekulasi dan langsung menjadi perhatian di media sosial.

Baca Juga : Rekomendasi Film Bioskop Akhir Pekan Mei 2026, dari Horor hingga Petualangan Seru

Menanggapi hal itu, ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, akhirnya memberikan penjelasan mengenai sistem keuangan yang selama ini diterapkan dalam keluarga mereka. Ia mengatakan seluruh pembayaran pekerjaan Ratu memang masuk ke rekening sang ayah karena berkaitan dengan administrasi kontrak dan data perpajakan.

“Honor kan yang tanda tangan Papanya, otomatis kan NPWP sama rekening kan harus sama, Papanya. Nah, ditransfer ke rekening Papanya,” ujar Intan Masthura seperti dikutip dari kanal YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Intan, pola tersebut sudah menjadi kesepakatan keluarga sejak awal dan tidak hanya berlaku untuk Ratu Sofya. Ia menuturkan bahwa seluruh anggota keluarga saling terlibat dalam pekerjaan di industri hiburan.

“Semua kerja sama. Anak saya yang lain juga bukan Ratu aja yang syuting, semua kami kerja sama. Jadi siapa yang syuting, itu yang nemenin,” tuturnya.

Di tengah munculnya persoalan keluarga itu, produser film Dosa Penebusan atau Pengampunan, Reza Aditya, mengungkap bahwa pihaknya sempat mempertimbangkan langkah hukum terhadap Ratu Sofya. Alasannya, pemeran utama film dinilai tidak menjalankan kewajiban promosi sebagaimana yang telah dijadwalkan.

Reza menilai ketidakhadiran pemeran utama dalam agenda promosi menjadi hal yang cukup disayangkan bagi rumah produksi.

“Pertemuan pertama itu kita memang konsen ke situ (proses hukum), karena satu buah film terus pemeran utamanya nggak ikut promo itu kan sesuatu yang tidak elok dilihatnya,” kata Reza.

Namun rencana tersebut akhirnya ditunda setelah dirinya mengetahui adanya persoalan lain yang lebih kompleks di balik konflik tersebut. Reza mengaku mendapat informasi bahwa orang tua Ratu Sofya menerima somasi dari pihak kuasa hukum sang aktris terkait permintaan penyerahan honor.

“Tapi ketika saya dapat laporan malah pertemuan kedua Tante sama Om disomasi oleh kuasa hukumnya untuk menyerahkan semua fee, saya langsung ngerem,” ungkapnya.

Baca Juga : Jelang Pelaksanaan SPMB 2026, DPRD Kota Malang Desak Verifikasi Domisili Lebih Akurat

Sebagai sesama orang tua, Reza mengaku tersentuh dengan situasi yang terjadi. Ia memilih meredam persoalan hukum dan fokus pada kelanjutan promosi film.

“Karena saya juga seorang ayah, jadi saya oke, berarti mungkin nanti kita ngerem dulu,” ujarnya.

Ia juga mengatakan pihak produksi kini memilih mengambil langkah lebih tenang agar konflik tidak semakin melebar.

“Tapi karena saya melihat anak somasi ibunya, orang tuanya ini saya jadi waduh, berarti kita cooling down dulu deh. Kita fokus aja sama promo,” tambahnya.

Sebelumnya, HAS Pictures diketahui telah melayangkan somasi kepada Ratu Sofya agar tetap menjalankan kewajibannya sebagai pemeran utama dalam rangkaian promosi film. Namun setelah polemik itu mencuat, persoalan honor dan hubungan keluarga justru ikut menjadi perhatian publik.

Hingga kini, Ratu Sofya belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar somasi terhadap kedua orang tuanya maupun konflik yang sedang bergulir dengan pihak rumah produksi.


Topik

Selebriti, ratu sofya, has pictures,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette