Rupiah Kian Tertekan, Pagi Ini Nyaris Sentuh Rp 17.800 per Dolar AS

19 - May - 2026, 10:04

Potret pecahan uang rupiah dan dollar. (Foto: Shutterstock)


JATIMTIMES - Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (19/5/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp 17.706 per dolar AS atau turun 36 poin dibanding perdagangan sebelumnya.

Mengutip data perdagangan pasar spot, rupiah terdepresiasi sekitar 0,20 persen. Pelemahan ini membuat kurs rupiah kembali bergerak di kisaran Rp 17.700-an per dolar AS.

Baca Juga : SPMB Jalur Afirmasi SMPN di Kota Batu Dimulai, 323 Kuota Jadi Rebutan Lulusan SD

Pergerakan mata uang Asia pagi ini terpantau bervariasi. Yuan China menguat 0,07 persen, peso Filipina naik 0,04 persen, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,03 persen terhadap dolar AS.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru melemah. Dolar Singapura turun 0,06 persen, yen Jepang terkoreksi 0,09 persen, won Korea Selatan melemah 0,55 persen, sedangkan dolar Hong Kong turun 0,03 persen.

Mata uang negara maju juga bergerak campuran. Euro Eropa tercatat melemah 0,06 persen, poundsterling Inggris turun 0,09 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,29 persen.

Sementara itu, dolar Kanada turun 0,07 persen dan franc Swiss melemah 0,09 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah sebenarnya berpeluang menguat di tengah mulai meredanya kekhawatiran pasar global.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya kekhawatiran pasar setelah Trump menunda serangan ke Iran," ujar Lukman, dikutip CNNIndonesia, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga : 9 WNI Ditangkap Tentara Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza, Dua di Antaranya Jurnalis Republika

Meski begitu, Lukman memperkirakan penguatan rupiah masih akan terbatas karena pelaku pasar tetap mencermati sentimen dalam negeri dan arah kebijakan Bank Indonesia.

"Walau demikian, penguatan mungkin terbatas mengingat sentimen domestik yang masih lemah serta antisipasi investor terhadap RDG BI yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga," katanya.

Ia memprediksi pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berada di rentang Rp 17.600 hingga Rp 17.700 per dolar AS.


Topik

Ekonomi, Rupiah, nilai tukar rupiah, Dolar AS, rupiah anjlok,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette