PMII PK STAINH Situbondo Nobar Film Dokumenter Pesta Babi, Soroti Realitas dan Ketimpangan di Papua

12 - May - 2026, 01:01

Sejumlah mahasiswa PMII PK STAINH Situbondo saat kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi, Kolonialisme di Zaman Kita, Senin (11/5/2026) malam. (Foto: Istimewa)


JATIMTIMES - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda (STAINH) Situbondo menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi, Kolonialisme di Zaman Kita, Senin (11/5/2026) malam.

Kegiatan ini berawal dari rasa penasaran para mahasiswa setelah beredarnya sejumlah pemberitaan mengenai pembubaran pemutaran film dokumenter tersebut di beberapa daerah di Indonesia. Kondisi itu justru memunculkan ketertarikan mahasiswa untuk menyaksikan langsung isi film yang berdurasi sekitar satu jam tiga puluh menit tersebut.

Baca Juga : Terima Kunjungan Mahasiswa, SKK Migas dan KKKS Jabanusa Beri Edukasi Ketahanan Energi

Nobar yang dilaksanakan di Komisariat PMII PK STAINH Situbondo ini diikuti oleh 11 mahasiswa. Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya film hingga selesai, lalu melanjutkan dengan diskusi bersama untuk membedah berbagai isu yang diangkat dalam dokumenter tersebut.

Ketua Komisariat PMII PK STAINH Situbondo, Muhammad Hariri Huzaini, mengatakan bahwa maraknya pelarangan dan pembubaran pemutaran film itu menimbulkan pertanyaan tersendiri.

"Semakin banyak upaya pencegahan terhadap pemutaran film ini, tentu membuat kami penasaran. Ada dugaan bahwa pelarangan itu dilakukan untuk menutupi sesuatu yang seharusnya diketahui publik," ujar Hariri.

Menurutnya, sebelum menonton film tersebut, ia juga mendengar berbagai opini yang menyebut dokumenter itu bersifat provokatif. Namun setelah menyaksikannya secara langsung, ia menilai film tersebut justru memberikan gambaran tentang kondisi sosial yang dihadapi masyarakat Papua.

Hariri menuturkan, salah satu hal yang paling membekas adalah gambaran mengenai masyarakat Papua yang dinilai belum sepenuhnya merasakan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan kesejahteraan.

"Dalam film itu ditampilkan bagaimana kerusakan lingkungan terjadi, masyarakat adat kurang dihormati, dan hak-hak mereka kerap terabaikan. Ini menjadi bahan diskusi yang cukup panjang setelah kami selesai menonton," katanya.

Baca Juga : Company Visit di Bea Cukai Malang, Mahasiswa Doktor FEB UM Soroti Hambatan UMKM Tembus Pasar Ekspor

Ia menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk menjamin kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat di Papua. Karena itu, menurutnya, apa yang dirasakan warga Papua hari ini harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Hariri juga menilai bahwa berbagai aktivitas eksploitasi sumber daya alam di Papua belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi masyarakat adat setempat. Sebaliknya, keuntungan lebih banyak dirasakan oleh pihak-pihak dari luar Papua.

"Pembangunan seharusnya dilakukan secara adil dan merata. Jangan sampai kesejahteraan hanya dinikmati segelintir pihak, sementara masyarakat asli justru menanggung dampaknya," tegasnya.

Melalui kegiatan nobar tersebut, PMII STAINH Situbondo berharap mahasiswa semakin kritis dalam menyikapi isu-isu nasional dan mampu melihat persoalan dari berbagai sudut pandang. Mereka juga mendorong agar negara benar-benar hadir untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa mengorbankan kelompok masyarakat mana pun.


Topik

Peristiwa, film pesta babi, nobar pesta babi,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette