Wali Kota Mas Ibin Tegaskan Sinergi Pendidikan dan Otonomi Daerah untuk Blitar Kota Masa Depan
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
02 - May - 2026, 12:34
JATIMTIMES – Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin menegaskan pentingnya sinergi pendidikan, penguatan otonomi daerah, serta tata kelola pemerintahan berbasis hasil sebagai fondasi membawa Blitar menuju kota masa depan.
Pesan tersebut disampaikan dalam Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah ke-XXX, Sabtu (2/5/2026), di halaman Kantor Wali Kota Blitar.
Baca Juga : Hardiknas 2026, Puguh DPRD Jatim Wanti-wanti Ketimpangan Pendidikan Kota dan Pelosok
Upacara yang digelar pukul 07.30 WIB itu juga dirangkai dengan penandatanganan Pakta Integritas Penyelenggaraan SPMB Pemerintah Kota Blitar Tahun 2026. Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan DPRD Kota Blitar, jajaran Forkopimda, Komandan Yonif 511, Ketua Pengadilan Negeri Blitar, Penjabat Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, Dewan Pendidikan, PGRI, serta peserta upacara.

Momentum Refleksi Pendidikan Nasional
Dalam amanatnya, Mas Ibin menyebut Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum refleksi untuk meneguhkan kembali hakikat pendidikan. Pendidikan, kata dia, bukan hanya urusan ruang kelas, kurikulum, dan capaian akademik. Lebih dari itu, pendidikan adalah proses memuliakan manusia.
“Pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia,” kata Mas Ibin dalam amanatnya.
Ia mengingatkan kembali ajaran Ki Hajar Dewantara melalui sistem among: asah, asih, dan asuh. Sistem itu menempatkan pendidikan sebagai proses menumbuhkan ilmu, kasih sayang, pendampingan, dan pembinaan. Karena itu, pembangunan pendidikan tidak boleh berhenti pada angka statistik, melainkan harus menyentuh pembentukan watak dan peradaban.
Mas Ibin menegaskan, pendidikan sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tujuannya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun manusia beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, serta demokratis.
Dalam konteks nasional, ia menyebut pendidikan menjadi bagian penting dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pendidikan harus menjadi jalan membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, tangguh, maju, makmur, dan bermartabat.

Penguatan Kebijakan dan Transformasi Pendidikan
Salah satu penekanan dalam amanat tersebut adalah pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning yang menjadi program prioritas pemerintah pusat. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dari dalam kelas.
“Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas,” ujar Mas Ibin.
Ia menjelaskan, kebijakan pendidikan nasional bergerak melalui lima arah strategis. Mulai dari revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, hingga peningkatan literasi, numerasi, dan akses pendidikan yang inklusif.
Mas Ibin juga menekankan bahwa pendidikan tidak dapat dikerjakan satu lembaga saja. Karena itu, Pemerintah Kota Blitar memperkuat kerja sama lintas lembaga, termasuk dengan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) Kota Blitar.
“Ya, hari ini kita juga ada MoU dengan Kemenag. Ini adalah sinergitas pemerintah dengan Kemenag, karena Kemenag juga membawahi beberapa lembaga pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, sinkronisasi antara pemerintah daerah, lembaga nasional, dan seluruh insan pendidikan menjadi keharusan. Pemerintah memiliki kewajiban hadir, memfasilitasi, dan memastikan seluruh lembaga pendidikan berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa.
“Kami menekankan bahwa kewajiban mencerdaskan bangsa itu kewajiban pemerintah. Maka seluruh pendidikan dan lembaga apa pun, pemerintah wajib memfasilitasi, wajib merespons, dan wajib ikut serta dalam mencerdaskan bangsa,” tegasnya.

Otonomi Daerah dan Akselerasi Pembangunan
Selain agenda pendidikan, upacara tersebut juga menjadi momentum memperingati Hari Otonomi Daerah ke-XXX. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”.
Baca Juga : Peringati Hardiknas 2026, Wali Kota Surabaya Gaungkan Pendidikan untuk Semua
Mas Ibin menyatakan, setelah tiga dekade, otonomi daerah tidak lagi cukup dimaknai sebagai pelimpahan kewenangan. Tantangan utama saat ini adalah memastikan pembangunan pusat dan daerah berjalan seirama, tidak terjebak ego sektoral, dan benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Ia menyebut enam langkah strategis yang harus dipercepat. Di antaranya integrasi perencanaan dan anggaran, reformasi birokrasi berbasis hasil, penguatan kemandirian fiskal, kolaborasi antarwilayah, pemenuhan layanan dasar, serta penguatan ketahanan daerah.
Dalam implementasi kebijakan nasional, Mas Ibin juga mengajak seluruh jajaran Pemkot Blitar fokus pada lima pilar utama pembangunan. Mulai dari kedaulatan pangan, pemerintahan berintegritas, penguatan ekonomi, pendidikan dan kesehatan berkualitas, hingga efisiensi anggaran.
“Setiap anggaran harus memiliki nilai tambah langsung bagi kesejahteraan rakyat,” kata Mas Ibin.

Prestasi Nasional Perkuat Tata Kelola
Peringatan Otonomi Daerah tahun ini juga memiliki makna khusus bagi Kota Blitar. Pemerintah Kota Blitar berhasil meraih peringkat ketiga terbaik nasional kategori kota dalam penilaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Mas Ibin mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025. Penilaian dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek, mulai dari kinerja makro, akuntabilitas, hingga penerapan Standar Pelayanan Minimal.
“Penghargaan ini atas hasil EPPD atau Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2025 oleh Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh data kinerja daerah diinput melalui sistem berbasis digital yang mendorong transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan hasil. Dengan demikian, capaian yang diraih tidak sekadar angka, melainkan cerminan kualitas kerja birokrasi di lapangan.
Mas Ibin menegaskan, penghargaan tersebut bukanlah akhir. Justru menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah ke depan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kinerja Pemkot Blitar, khususnya seluruh OPD dan jajaran ASN. Tetap semangat dalam melayani masyarakat untuk mewujudkan Kota Blitar maju, sehat, dan sejahtera menuju kota masa depan,” pungkasnya.
