Kota Batu Gelar Festival Film Anak Internasional, Diikuti 23 Negara

29 - Apr - 2026, 05:38

Pembukaan Batu International Kids Film Festival (BIKFF) di Museum dan Galeri Kota Batu, Rabu (29/4/2026). (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Kota Batu kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif dengan menggelar festival film anak bertaraf internasional untuk pertama kalinya. Bertajuk Batu International Kids Film Festival (BIKFF), ajang ini resmi dibuka pada Rabu (29/4/2026) di Museum dan Galeri Kota Batu, langsung menarik perhatian peserta dari berbagai penjuru dunia.

Event yang digelar Dinas Pariwisata Kota Batu bekerja sama dengan komunitas Sinema Batu Adem, festival ini berlangsung selama tiga hari hingga 1 Mei 2026. Kegiatan tersebut menyasar pelajar usia sekolah dasar hingga menengah pertama sebagai upaya menumbuhkan minat dan bakat di bidang perfilman sejak dini.

Baca Juga : Unisma Matangkan Kemitraan dengan Seameo Voctech, Percepat Transformasi Global Berbasis AI dan TVET

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan bahwa tingginya animo peserta menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri film anak, khususnya di Kota Batu. Ratusan karya film pun masuk dalam tahap kurasi, dengan partisipasi internasional yang cukup luas.

“Pesertanya sangat antusias, ada sekitar 200 lebih karya yang masuk dan berasal dari 23 negara, termasuk dari Eropa seperti Swedia, Ceko, hingga Kazakhstan,” kata Onny.

Ia menambahkan, kehadiran festival ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga bentuk dukungan pemerintah terhadap para pelaku industri kreatif lokal. Salah satu yang menjadi inspirasi adalah sineas muda asal Kota Batu, Lingga Galih Permadi, yang kini juga berperan sebagai Direktur Festival.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang, sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta baru yang mampu membawa nama Kota Batu ke tingkat internasional,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, kualitas penilaian festival turut diperkuat dengan keterlibatan juri profesional dari luar negeri. Pada hari pembukaan, dua juri asal Australia hadir untuk memberikan penilaian terhadap karya-karya yang lolos seleksi.

a

Sementara itu, Direktur Festival Lingga G. Permadi menjelaskan bahwa BIKFF 2026 mengangkat tema “Nature, Nurture, Future” yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kreativitas, pendidikan, dan kepedulian lingkungan dalam karya film anak.

Baca Juga : Siswa MAN Kota Batu Sabet Medali Emas dan Perak O2SN hingga Lolos ke Tingkat Provinsi, Target Tembus Nasional

“Festival ini kami rancang sebagai ruang yang aman dan inspiratif bagi anak-anak untuk belajar melalui film. Tidak hanya hiburan, tapi juga membangun empati, karakter, dan kesadaran terhadap lingkungan,” jelas Lingga.

Menurutnya, terbatasnya konten film anak yang edukatif di Indonesia menjadi salah satu latar belakang digelarnya festival ini. Selain itu, kebutuhan akan ruang apresiasi yang inklusif, termasuk bagi anak-anak disabilitas, juga menjadi perhatian utama.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman menonton yang menyenangkan sekaligus bermakna, serta mendorong tumbuhnya lebih banyak kreator film anak di Indonesia,” kata Lingga.

Tercatat sebanyak 216 karya film dari 23 negara ikut berpartisipasi dalam festival ini, baik dalam kategori kompetisi maupun non-kompetisi. Capaian tersebut sekaligus menegaskan posisi Kota Batu sebagai salah satu kota yang mulai diperhitungkan dalam peta industri kreatif global.


Topik

Peristiwa, Kota Batu, festival film, Festival Film Anak Internasional,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette