Proyek Jalan Pasar Gadang Ditarget 7 Bulan, Proses Tender Segera Dilakukan

Reporter

Hendra Saputra

Editor

Dede Nana

28 - Apr - 2026, 03:15

Tempat relokasi pedagang Pasar Gadang sebelum eksekusi pembangunan jalan dilakukan (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mematangkan target pengerjaan penataan kawasan Pasar Gadang dengan skema waktu yang terukur dan bertahap. Proyek strategis ini diproyeksikan mulai dikerjakan pada Mei 2026, setelah seluruh tahapan awal seperti pembersihan area dinyatakan tuntas.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menegaskan bahwa penentuan waktu tersebut telah melalui perhitungan matang agar proyek bisa berjalan efektif dan selesai tepat waktu. Durasi pengerjaan pun telah dipatok dalam rentang waktu tertentu sebagai acuan pelaksanaan di lapangan.

Baca Juga : Proyek Tomoland di Kabupaten Malang Disorot, Desa Klaim Tak Pernah Terima Pengajuan Izin

“Kita rencanakan minggu keempat bulan Mei. Waktunya antara 6 sampai 7 bulan total semuanya,” ujar Dandung, Selasa (28/4/2026).

Dengan target tersebut, penataan Pasar Gadang diharapkan dapat rampung paling lama dalam tujuh bulan sejak dimulainya pekerjaan fisik. Proyek ini menjadi bagian dari upaya penataan kawasan perdagangan agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung. Selain itu, pembenahan juga diarahkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi di sekitar pasar.

Agar target waktu tidak meleset, proses pengadaan proyek akan segera dikebut setelah tahap pembersihan selesai. Langkah percepatan ini dinilai krusial untuk memastikan tidak ada jeda waktu yang berpotensi menghambat dimulainya pekerjaan fisik di lapangan.

“Ini segera. Jadi setelah kita pastikan proses pembersihan ini selesai, segera kita lakukan pengadaannya,” jelasnya.

Di tengah dinamika kenaikan harga material konstruksi, pemerintah tetap melakukan penyesuaian terhadap Harga Perkiraan Sendiri atau HPS. Penyesuaian ini dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prioritas pekerjaan, tanpa menambah total anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp14,9 miliar.

“Kita akan lakukan penyesuaian terhadap HPS (Harga Perkiraan Sendiri) tentunya. Tapi anggaran tidak naik karena sudah dijatah dari sana 14,9 miliar rupiah. Jadi kita sesuaikan mana yang kurang dibutuhkan, sementara tidak kita lakukan dulu. Ada penyesuaian nilai satuan pada beberapa produk material karena memang banyak kenaikan,” paparnya.

Baca Juga : Aksi Nyata Babinsa dan Warga, Jalan Akses Pertanian di Jatibanteng Situbondo Diperbaiki

Untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, pengerjaan proyek tidak akan dilakukan dengan menutup total akses jalan. Sebaliknya, metode pelaksanaan dirancang secara bertahap dengan sistem pembagian sisi pekerjaan, sehingga sebagian ruas jalan tetap bisa digunakan selama konstruksi berlangsung.

“Kita main per sisi. Jadi satu sisi kita kerjakan, satu sisinya masih kita jalankan dulu (lalu lintas nya, red). Mungkin nanti yang kita kerjakan yang sisi selatan dulu. Karena kalau kita kerjakan yang sisi utara, sisi selatan tidak bisa dipakai jalan. Jadi meskipun masih lubang-lubang, nanti masih bisa tetap dipakai akses jalan,” ungkapnya.

Skema ini dinilai penting mengingat kawasan Pasar Gadang merupakan salah satu jalur vital dengan mobilitas tinggi, baik untuk aktivitas perdagangan maupun lalu lintas harian masyarakat. Dengan tetap dibukanya akses jalan, diharapkan dampak terhadap kemacetan dapat diminimalkan selama proyek berlangsung.

Secara keseluruhan, penataan Pasar Gadang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penataan sistem lalu lintas dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Pemerintah berharap, dengan target pengerjaan yang jelas serta strategi pelaksanaan yang terukur, kawasan Pasar Gadang ke depan akan menjadi lebih tertib, aman, dan mampu menunjang aktivitas perdagangan secara berkelanjutan.


Topik

Pemerintahan, pasar gadang, dpuprpkp kota malang, tender, pemkot malang, kota malang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette