Benarkah Umrah Bisa Melancarkan Rezeki dan Jodoh? Ini Penjelasan Haditsnya

16 - Apr - 2026, 06:45

Ilustrasi umroh. (Foto: iStock)


JATIMTIMES - Belakangan ini media sosial, terutama Threads, ramai dengan unggahan soal pengalaman usai menunaikan ibadah umrah. Tak sedikit warganet yang mengaku hidupnya berubah setelah pulang dari Tanah Suci, mulai dari rezeki yang terasa lebih lancar hingga dipertemukan dengan jodoh.

Cerita-cerita itu pun cepat viral dan menuai beragam respons. Sebagian netizen menyambutnya dengan penuh harap, bahkan ikut berdoa agar segera diberi kesempatan berangkat umrah.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Kamis Pon 16 April 2026: Hari Baik untuk Menggali Sumur

Namun, ada pula yang mempertanyakan apakah anggapan tersebut benar memiliki dasar dalam Islam atau sekadar pengalaman pribadi yang kemudian digeneralisasi.

Lantas, benarkah umrah bisa menjadi sebab dimudahkannya rezeki dan jodoh? 

Dalam sejumlah riwayat, ibadah haji dan umrah memang disebut memiliki keutamaan yang berkaitan dengan rezeki dan penghapusan dosa.

Salah satu hadits yang sering dijadikan rujukan berbunyi:

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

Artinya, “Lakukanlah haji dan umrah secara berturut-turut, karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa, sebagaimana alat pelebur besi menghilangkan kotoran pada besi.” (HR. Ahmad).

Riwayat lain juga menyebutkan hal serupa:

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَزِيْدَانِ فِى الْعُمرِ وَالرِّزقِ وَينْفِيَانِ الْفَقْرَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

Artinya, “Lakukanlah haji dan umrah secara berturut-turut, karena sesungguhnya keduanya menambah umur dan rezeki, serta menghilangkan kemiskinan, sebagaimana alat pelebur besi menghilangkan kotoran pada besi.” (HR. At-Thabarani).

Dari dua hadits tersebut, banyak yang kemudian memahami bahwa umrah bisa menjadi salah satu sebab Allah melapangkan rezeki seseorang. Namun, pemahamannya tidak bisa dipersempit hanya pada bertambahnya harta atau uang secara instan.

Sebagaimana dilansir NU Online, ulama menjelaskan bahwa makna “menghilangkan kefakiran” dalam hadits tidak selalu identik dengan kekayaan materi.

Syekh Abdurrahman al-Mubarakfuri menjelaskan bahwa makna tersebut mencakup dua sisi, yakni kekayaan lahir dan kekayaan batin.

يُزِيلَانِهِ وَهُوَ يَحْتَمِلُ الْفَقْرَ الظَّاهِرَ بِحُصُولِ غِنَى الْيَدِ وَالْفَقْرَ الْبَاطِنَ بِحُصُولِ غِنَى الْقَلْبِ

Artinya, “Keduanya (haji dan umrah) menghilangkannya (kefakiran), di mana ia mencakup kefakiran yang tampak (lahiriah) dengan diperolehnya kekayaan tangan (harta/materi), dan kefakiran yang batin dengan diperolehnya kekayaan hati.” (Tuhfatul Ahwadi bi Syarhil Jami’ at-Tirmidzi, jilid III, halaman 454).

Artinya, kelancaran rezeki setelah umrah bisa hadir dalam banyak bentuk. Bukan hanya berupa peningkatan finansial, tetapi juga hati yang lebih tenang, rasa cukup, serta keberkahan dalam hidup.

Baca Juga : Dorong Diplomasi Kuota, Puguh DPRD Jatim: War Tiket Haji Bukan Solusi Tepat

Tak sedikit orang yang setelah umrah merasa pikirannya lebih jernih, pekerjaannya lebih tertata, dan langkah hidupnya lebih terarah. Dalam konteks inilah keberkahan rezeki sering kali dirasakan.

Sementara soal jodoh, dalam literatur kitab klasik tidak ditemukan dalil yang secara spesifik menyebut bahwa umrah secara langsung mempermudah seseorang mendapatkan pasangan hidup.

Tidak ada riwayat yang secara eksplisit menghubungkan ibadah umrah dengan datangnya jodoh. Namun, bukan berarti tidak ada kaitannya sama sekali.

Dalam Islam, umrah merupakan ibadah yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah. Di momen tersebut, seseorang memiliki kesempatan besar untuk memperbanyak doa, termasuk memohon dipermudah dalam urusan jodoh.

Hal ini diperkuat dengan hadits berikut:

عَن أَبِي هُرَيْرَةَ عَن رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: الْحُجَّاجُ وَالْعُمَّارُ وَفْدُ اللهِ إِنْ دَعَوْهُ أَجَابَهُمْ وَإِنْ اسْتَغْفَرُوهُ غَفَرَ لَهُمْ

Artinya, “Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw, Nabi bersabda: ‘Orang-orang yang berhaji dan orang-orang yang berumrah adalah tamu-tamu Allah. Jika mereka berdoa kepada-Nya, niscaya Dia mengabulkan mereka, dan jika mereka memohon ampun kepada-Nya, niscaya Dia mengampuni mereka.” (HR. Ibnu Majah).

Karena itu, jika ada yang merasa jodohnya dipermudah setelah umrah, hal tersebut lebih tepat dipahami sebagai buah dari doa yang dipanjatkan saat menjadi tamu Allah, bukan karena ada dalil khusus yang menyebut umrah otomatis mendatangkan pasangan.

Fenomena viral di media sosial soal umrah yang disebut melancarkan rezeki dan jodoh memang tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga tidak bisa digeneralisasi secara mutlak.

Dalam konteks rezeki, hadits memang memberikan dasar yang cukup kuat. Namun maknanya luas, tidak hanya materi, melainkan juga ketenangan hati dan keberkahan hidup.

Sedangkan untuk jodoh, yang lebih ditekankan adalah kekuatan doa dan kedekatan spiritual kepada Allah selama menjalankan ibadah.

Pada akhirnya, umrah adalah ibadah yang penuh keutamaan. Soal rezeki dan jodoh, semuanya tetap kembali pada kehendak Allah SWT. Semoga informasi ini bermanfaat ya. 


Topik

Agama, Ibadah Umrah, ibadah haji, rezeki, keutamaan umrah,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette