RINGKASAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH (RLPPD) KOTA MALANG TAHUN 2025

Reporter

Redaksi

Editor

Redaksi

01 - Apr - 2026, 02:41

Tugu Kota Malang


Jatimtimes.com, Malang, 2026 – Kinerja Pemerintah Kota Malang sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif. Hal ini terungkap dalam Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD) yang dirilis sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Berbagai indikator utama mengalami peningkatan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, hingga membaiknya kualitas layanan publik.

Baca Juga : PPPK Terancam Di-PHK Masal Dampak Aturan Pembatasan Belanja Pegawai

Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Meningkat

 

Indikator 2024 2025 Perubahan
Indeks Pembangunan Manusia 84,68 85,55 ↑ 1,03%
Kemiskinan 3,91% 3,85%
Pengangguran 6,1% 5,69% ↓ 6,72%
Pertumbuhan Ekonomi 5,41% 5,92%
Pendapatan Per Kapita Rp114,72 jt Rp122,92 jt ↑ 7,15%
Gini Rasio 0,42 0,37

Data RLPPD menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 84,68 pada 2024 menjadi 85,55 pada 2025. Angka kemiskinan turun dari 3,91 persen menjadi 3,85 persen.

Tingkat pengangguran juga mengalami penurunan dari 6,1 persen menjadi 5,69 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,41 persen menjadi 5,92 persen.

Pendapatan per kapita masyarakat naik dari Rp114,72 juta menjadi Rp122,92 juta per tahun. Ketimpangan pendapatan juga menurun, ditunjukkan dengan penurunan gini rasio dari 0,42 menjadi 0,37.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kota Malang tidak hanya meningkat, tetapi juga lebih merata.

Layanan Kesehatan Hampir 100 Persen

Di sektor kesehatan, capaian layanan dasar tergolong sangat tinggi. Hampir seluruh indikator pelayanan mencapai 100 persen.

Pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, persalinan, bayi, balita, hingga lansia telah memenuhi standar. Penanganan penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan tuberkulosis juga mencapai cakupan penuh.

Namun demikian, angka stunting masih tercatat sebesar 8,61 persen dan menjadi perhatian untuk terus ditekan.

Pendidikan Meningkat, Fasilitas Masih Perlu Ditingkatkan

Partisipasi pendidikan dasar di Kota Malang telah mencapai 100 persen. Hal ini menunjukkan akses pendidikan sudah merata.

Meski demikian, kondisi sarana dan prasarana masih menjadi pekerjaan rumah. Ruang kelas dalam kondisi baik tercatat sebesar 62,35 persen, sementara fasilitas sanitasi sekolah sebesar 63,34 persen.

Infrastruktur dan Layanan Dasar Semakin Baik

Pembangunan infrastruktur menunjukkan capaian yang cukup tinggi. Persentase jalan dalam kondisi mantap mencapai 94,12 persen.

Akses masyarakat terhadap air minum juga meningkat hingga 96,68 persen. Sementara itu, kondisi jaringan irigasi berada di angka 91,91 persen.

Capaian ini menunjukkan bahwa layanan dasar bagi masyarakat semakin merata.

Baca Juga : Tunggu Instruksi, Kebijakan WFA bagi ASN dan Pembelajaran Daring Siswa di Batu Bakal Diatur Sesuai Kebutuhan

 

Keuangan Daerah Stabil dan Akuntabel

Dari sisi keuangan, Pemerintah Kota Malang mencatat pendapatan daerah sebesar Rp2,54 triliun. Sementara itu, belanja daerah mencapai Rp2,44 triliun dan pembiayaan sebesar Rp204,7 miliar.

Atas pengelolaan tersebut, Kota Malang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan untuk ke-14 kalinya secara berturut-turut.

Hal ini menunjukkan pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel.

Lebih dari 140 Inovasi Dorong Transformasi

RLPPD juga mencatat lebih dari 140 inovasi yang dikembangkan oleh berbagai perangkat daerah, sekolah, dan fasilitas kesehatan.

Inovasi tersebut mencakup digitalisasi layanan kependudukan, pengembangan telemedicine, sistem pembelajaran berbasis digital, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM.

Beragam inovasi ini menjadi bagian dari upaya menuju tata kelola pemerintahan yang modern dan berbasis teknologi.

Pemerintah Akui Masih Ada Tantangan

Sumber: RLPPD Kota Malang Tahun Anggaran 2025


Topik

Pemerintahan, rlppd, kota malang, tahun 2025, anggaran,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette