Robot Seks AI Emma Diluncurkan, Bisa Bercakap dan Punya Selera Humor
Reporter
Irsya Richa
Editor
Yunan Helmy
12 - Mar - 2026, 07:42
JATIMTIMES - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini semakin melampaui batas imajinasi. Sebuah robot seks bernama Emma resmi diperkenalkan dengan kemampuan percakapan yang diklaim lebih alami, lengkap dengan selera humor dan respons empatik layaknya manusia.
Robot berbasis AI ini bahkan dipasarkan dengan harga sekitar Rp 83 juta, menandai babak baru pemanfaatan teknologi dalam industri robot pendamping.
Baca Juga : Iran Klaim Serang Pangkalan Udara Israel dan Markas Shin Bet, Konflik Memasuki Pekan Ketiga
Robot ini dipasarkan dengan harga 4.220 euro atau sekitar Rp 83 juta. Emma menggunakan mesin kecerdasan buatan Doubao AI yang dikembangkan di China.
Teknologi tersebut dirancang untuk memahami bahasa sekaligus merespons percakapan dengan pendekatan yang lebih manusiawi. Pihak penjual, Cloud Climax, sebuah toko online berbasis di Inggris yang memasarkan boneka dan robot pendamping, menyebut sistem AI yang digunakan telah dilatih dengan berbagai kumpulan data yang luas.
“Selera humor dan empati Emma berasal dari mesin Doubao AI yang menggerakkan kemampuan percakapannya. AI ini dilatih dengan dataset besar yang mencakup referensi budaya, isyarat emosional, serta pola percakapan alami manusia,” ungkap juru bicara Cloud Climax.
Menurut dia, kemampuan tersebut membuat Emma tidak sekadar memahami kalimat yang diucapkan pengguna. Robot itu juga mampu memberikan respons yang terdengar lebih tulus, bahkan terkadang diselipi humor agar interaksi terasa lebih hidup.
“Hal ini membuat Emma tidak hanya memproses bahasa, tetapi juga merespons dengan cara yang terasa empatik, tulus, bahkan kadang lucu,” lanjutnya.
Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa kehadiran robot seperti Emma tidak dimaksudkan untuk menggantikan hubungan antarmanusia. Teknologi tersebut disebut lebih diarahkan sebagai bentuk pendamping tambahan bagi penggunanya.
“Robot tidak hadir untuk menggantikan hubungan manusia, tetapi bisa melengkapinya. Dalam hal humor, AI bahkan bisa menyesuaikan lelucon dengan selera pengguna dan mengingat konteks percakapan dari waktu ke waktu,” jelasnya.
Dari sisi desain, Emma dirancang dengan tampilan yang cukup realistis. Robot ini tersedia dalam berbagai pilihan bentuk tubuh dan model kepala.
Rambutnya dibuat menyerupai rambut asli, sementara tubuhnya menggunakan bahan silikon yang diklaim lembut dan menyerupai tekstur kulit manusia.
Selain itu, bagian kepala robot dilengkapi mekanisme yang memungkinkan gerakan seperti berkedip, berbicara, hingga menggerakkan wajah, sehingga interaksi dengan pengguna terasa lebih nyata.
“Bentuk tubuh dan desain wajah Emma dibuat oleh tim pematung dan desainer industri kami sendiri. Prosesnya melalui beberapa tahap, mulai dari pemodelan digital, pahatan tanah liat, hingga pencetakan fiberglass untuk mendapatkan keseimbangan antara realisme dan daya tarik desain,” ungkapnya.
Kehadiran Emma menjadi salah satu teknologi AI terus berkembang dan mulai diterapkan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam menciptakan robot yang mampu berinteraksi secara sosial dengan manusia.
