Satu Korban Hanyut Banjir Jatibanteng Ditemukan di Sungai Lubawang Situbondo

11 - Mar - 2026, 10:20

Tim Gabungan BPBD kabupaten Situbondo dan Basarnas saat mengevakuasi jasad korban diduga korban hanyut banjir di Jatibanteng, Selasa (10/3/2026).(Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)


JATIMTIMES – Setelah sempat dinyatakan hilang akibat banjir beberapa hari lalu, seorang warga Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Lubawang, Selasa (10/3/2026) sore.

Korban diketahui bernama Tohari (44), warga Dusun Krajan RT 01 RW 02 Desa Patemon, Kecamatan Jatibanteng. Jasad korban ditemukan di pinggir aliran Sungai Lubawang, tepatnya di Dusun Petak, Desa Bloro, Kecamatan Besuki.

Baca Juga : Tiga Tahun Lebih, Kasus Pembacokan Seorang Pengacara di Lamongan Belum Terungkap

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo Timbul Surjanto melalui Koordinator Pusdalops PB BPBD Situbondo, Puriyono, menjelaskan bahwa jenazah korban pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang berada di sekitar sungai.

"Korban ditemukan oleh warga sekitar pukul 16.30 WIB di pinggir aliran Sungai Lubawang. Saat itu saksi melihat ada mayat di samping tumpukan sampah di tepi sungai," ujar Puriyono.

Saksi yang menemukan jasad tersebut kemudian melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar dan pemerintah desa. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada unsur Forkopimca Banyuglugur untuk ditindaklanjuti.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari unsur Forkopimca, BPBD, relawan, serta tim SAR langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.

Sekitar pukul 17.00 WIB, tim gabungan tiba di lokasi dan segera melakukan proses evakuasi jenazah. Selanjutnya korban dibawa menuju wilayah Dusun Krajan, Desa Lubawang sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.

"Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Besuki menggunakan kendaraan TAGANA Rescue untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut," jelas Puriyono.

Setelah melalui proses pemeriksaan, sekitar pukul 20.30 WIB jenazah dipastikan merupakan Tohari, warga Desa Patemon, Kecamatan Jatibanteng yang sebelumnya dilaporkan hanyut saat banjir pada Sabtu (7/3/2026) di Sungai Patemon.

Baca Juga : Empat Bulan Terendam Banjir, Ratusan Santri di Lamongan Kuras Pakai Gayung dan Timba

Identitas korban dipastikan berdasarkan keterangan pihak keluarga serta ciri-ciri fisik yang dikenali oleh keluarga dan pemerintah desa setempat.

Puriyono menambahkan, pihak keluarga telah menerima musibah tersebut sebagai takdir dan jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.

"Pihak keluarga sudah memastikan bahwa korban adalah Bapak Tohari yang sebelumnya hanyut saat banjir. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.

Dalam proses penanganan kejadian tersebut, sejumlah unsur terlibat di lokasi, di antaranya BPBD Situbondo, Basarnas, TNI, Polri, Tagana Dinas Sosial, pemerintah desa, relawan kebencanaan, serta pihak keluarga korban.


Topik

Peristiwa, Korban Hanyut, Banjir, Jatibanteng, Sungai Lubawang, Situbondo,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette