Mengenal Kanker Ginjal, Penyakit yang Diderita Vidi Aldiano Sebelum Meninggal

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

07 - Mar - 2026, 07:15

Penyanyi Vidi Aldiano. (Foto: Instagram)


JATIMTIMES - Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi sekaligus penulis lagu Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) sore. Informasi tersebut telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga.  "Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO," bunyi pesan yang beredar.

Keluarga juga menyampaikan bahwa Vidi mengembuskan napas terakhir pada pukul 16.33 WIB dengan didampingi keluarga besar. "Vidi wafat di dampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Alloh SWT, 7 Maret jam 16:33. Selamat Jalan Menuju Cahaya Ilahi Nak," lanjut isi pesan tersebut.

Baca Juga : Curhat Vidi Aldiano Sebelum Meninggal: Terima Kasih Kanker, Aku Belajar Banyak

Sebelum meninggal, Vidi diketahui telah lama berjuang melawan kanker ginjal. Penyakit itu pertama kali terdeteksi pada 2019 setelah ia mengalami tekanan darah tinggi yang tidak biasa. Kondisi tersebut membuat Vidi memutuskan menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Dari situlah dokter menemukan adanya kanker pada ginjalnya.

Vidi kemudian menjalani operasi pengangkatan salah satu ginjal di Singapura. Setelah operasi, kondisinya sempat membaik. Namun beberapa tahun kemudian, sel kanker diketahui kembali muncul dan menyebar ke beberapa bagian lain tubuhnya.

Pada November 2025, Vidi bahkan memutuskan hiatus dari dunia hiburan, baik dari aktivitas menyanyi maupun podcast, untuk fokus pada kondisi kesehatannya. Sebulan kemudian, ia sempat mengenang perjalanan enam tahun melawan kanker yang dideritanya.

Lantas, apa sebenarnya kanker ginjal, apa penyebabnya, dan bagaimana cara penanganannya?

Dokter spesialis urologi Zakaria Aulia Rahman menjelaskan bahwa kanker ginjal merupakan pertumbuhan sel abnormal yang berkembang menjadi ganas di organ ginjal.

“Kanker ginjal itu suatu pertumbuhan yang abnormal dari sel-sel ginjal yang akhirnya menjadi sel yang ganas. Kalau gagal ginjal kronis itu suatu kegagalan ginjal untuk melakukan filtrasi darah secara sempurna,” ungkap Zakaria.

Penyakit ini sering kali terlambat terdeteksi karena pada tahap awal tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas. Seperti jenis kanker lainnya, kanker ginjal dapat dipicu oleh berbagai faktor risiko. Beberapa di antaranya adalah, kebiasaan merokok, obesitas, hipertensi dan metabolic syndrome. 

Metabolic syndrome sendiri biasanya ditandai dengan tingginya kadar gula darah, kolesterol, dan gangguan metabolisme lainnya. Selain itu, faktor genetik juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker ginjal.

Baca Juga : Innalillahi, Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Melawan Kanker Ginjal 

Dokter Konsultan Urologi Onkologi Agus Rizal A.H. Hamid menegaskan bahwa kanker ginjal tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut. "Kalau seseorang punya faktor genetik, kanker ginjal bisa muncul sejak usia muda," kata Agus.

Penanganan kanker ginjal bergantung pada stadium dan tingkat penyebaran tumor. Jika kanker masih berada di area ginjal, pasien biasanya dapat menjalani operasi pengangkatan tumor.

Namun jika ukuran tumor sudah besar, dokter mungkin akan melakukan operasi pengangkatan ginjal secara keseluruhan. Sementara jika kanker telah menyebar ke organ lain, pasien biasanya memerlukan terapi lanjutan seperti imunoterapi.

Agus menjelaskan bahwa kemoterapi saat ini bukan lagi menjadi pilihan utama dalam pengobatan kanker ginjal. Meski telah menjalani operasi, risiko kanker untuk muncul kembali tetap ada.

"Pada saat operasi bisa saja tumor itu ada yang tertinggal, akhirnya dia (red: kanker) tumbuh lagi di ginjal tersebut. Itu mungkin," ungkap dr Zakaria Aulia Rahman SpU, sebagaimana dilansir laman Unair. 

Karena itu, para dokter menyarankan masyarakat yang memiliki faktor risiko untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. "Pasien yang rentan seperti memiliki obesitas, hipertensi, merokok itu bisa screening apabila ada gejala. Kalau misal pasien tersebut memiliki garis keturunan penderita kanker ginjal itu juga akan lebih baik melakukan screening," pungkas dr. Zakaria.


Topik

Selebriti, vidi aldiano, kanker ginjal, vidi aldiano meninggal dunia,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette