Strategi Kota Malang Hadapi Mudik 2026, Exit Tol dan Pusat Belanja Jadi Fokus
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Yunan Helmy
02 - Mar - 2026, 03:04
JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang memastikan kesiapan penuh menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Meski diperkirakan terjadi penurunan mobilitas masyarakat dibanding tahun sebelumnya, langkah antisipasi tetap dimaksimalkan demi menjaga kondusivitas wilayah.
Hal itu disampaikan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat usai mengikuti rapat koordinasi lintas sektor dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Ballroom Sanika Satyawada Polresta Malang Kota, Senin (2/3/2026).
Baca Juga : Bupati Sanusi Tinjau Lokasi Longsor di Taji Jabung, Perintahkan DPUBM Segera Lakukan Perbaikan
Dalam rapat tersebut, sejumlah poin strategis dibahas, termasuk dinamika pergerakan masyarakat saat momentum mudik. “Di Malang ini ada beberapa arahan terkait juga dengan kunjungan wisata di Malang Raya terutama,” kata Wahyu.
Sebagai kota tujuan sekaligus daerah lintasan, Kota Malang diprediksi tetap mengalami peningkatan arus kendaraan, khususnya menuju kawasan wisata di Malang Raya. Karena itu, Pemkot Malang akan mendirikan sejumlah pos pelayanan dan pengamanan.
“Untuk melayani dan juga untuk mengamankan pergerakan arus mudik yang nanti akan terlaksana,” imbuhnya.
Tak hanya arus mudik, perhatian juga tertuju pada momentum Hari Raya Idul Fitri 2026 yang waktunya berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Perbedaan penetapan hari raya menjadi salah satu aspek yang turut diantisipasi.
“Dan termasuk juga berdekatan dengan hari Raya Nyepi, tadi juga sudah disampaikan termasuk antisipasi-antisipasinya,” ujar Wahyu.
Wahyu berharap situasi Kota Malang tetap aman dan terkendali sejak masa mudik hingga perayaan Lebaran usai. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama jajaran kepolisian untuk memetakan titik rawan kemacetan.
“Titik-titik kemacetan yang selama ini ada, ada beberapa titik, nanti kita akan antisipasi. Terutama orang-orang yang akan menuju ke Kota Malang yang ingin mudik,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis menegaskan pihaknya telah mencatat sejumlah potensi persoalan krusial dalam rakor tersebut. Salah satu fokus utama adalah penguraian kepadatan kendaraan di akses keluar masuk tol.
Exit tol Madyopuro menjadi perhatian khusus karena kerap menjadi simpul kepadatan saat arus mudik dan balik. Penanganannya akan dilakukan secara terpadu bersama pengelola exit tol di wilayah lain.
Baca Juga : Puluhan Tahun Tekuni Kerajinan Bedug di Magetan, Warga Sukomoro Ini Kebanjiran Order Jelang Lebaran
“Nanti kita kelola bareng bersama exit tol di Lawang maupun di Singosari,” kata perwira menengah polisi berpangkat tiga melati di pundaknya tersebut.
Selain jalur tol, kepadatan juga diprediksi terjadi di pusat kota, terutama di kawasan akses wisata dan pusat perbelanjaan. Lonjakan aktivitas masyarakat di mal dan destinasi wisata dinilai berpotensi memicu kemacetan.
“Ini yang kita akan lakukan intervensi. Ada banyak titik yang dudah disampaikan Pak Wali Kota kepada saya,” ucapnya.
Langkah intervensi yang dimaksud mencakup penambahan personel di titik rawan kepadatan, penataan ulang lokasi parkir, hingga pengawasan terhadap juru parkir. Penataan tersebut diharapkan mampu mencegah kemacetan akibat pengelolaan parkir yang kurang tertib.
“Sehingga tidak ada kepadatan yang berakibat dari tata kelola parkir yang kurang mementingkan kelancaran arus lalu lintas,” tutupnya.
