Pastikan Sesuai Jadwal, Wali Kota Malang Tinjau Progres Pembangunan Relokasi Pasar Gadang

Reporter

Riski Wijaya

Editor

A Yahya

23 - Feb - 2026, 04:21

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat didampingi Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi meninjau progress Pembangunan Relokasi Pasar Gadang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).


JATIMTIMES -  Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan proses pemindahan Pasar Gadang berjalan sesuai rencana. Pengecekan langsung dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan yang seharusnya digunakan untuk akses jalan di kawasan Pasar Gadang. 

Sementara pembangunan lahan tersebut akan difasilitasi APBN melalui skema DAK. Dalam hal ini, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat ingin memastikan bahwa lahan tersebut sudah bersih dari pedagang sebelum proyek yang bersumber dari dana Alokasi Khusus (DAK) bisa memasuki tahap lelang.

Baca Juga : Jalan Nasional Tanggul Jember Bakal Diperlebar, Bupati Jember : Infrastruktur Pondasi Utama Menekan Angka Kemiskinan

“Hari ini saya ingin mengecek kesiapan lokasi pemindahan Pasar Gadang yang berada di tepi jalan utama. Dulu sudah berjanji, setelah Lebaran akan segera pindah,” ujar Wahyu.

Menurutnya, kepastian kesiapan lahan menjadi kunci agar dana yang bersumber dari APBN tersebut tidak tertunda. Ia menegaskan, proses pelelangan baru bisa dilakukan apabila lokasi benar-benar siap dan sudah dalam kondisi clear.

“Kalau tidak dipastikan seperti ini, saya khawatir DAK yang sudah ditetapkan ini hanya menunggu kesiapan lahan. Kalau lahannya sudah terbongkar dan pedagang pindah semua, baru nanti proses pelelangannya dimulai,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyebut progres penyiapan lokasi relokasi saat ini telah mencapai sekitar 50 hingga 60 persen. Pengerjaan difokuskan pada pembangunan empat petak di bagian belakang lokasi.

“Paguyuban sementara membuat empat petak di belakang dulu. Itu untuk menampung pedagang yang selama ini berada di pinggir jalan dan nantinya terdampak pengfungsian jalan di depan,” jelas Eko.

Sebanyak kurang lebih 1.270 pedagang dari sisi selatan akan ditampung di lokasi relokasi tersebut. Nantinya, penataan pasar akan dilakukan dengan sistem zonasi sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat.

“Yang jual buah ya di zona buah, ikan di zona ikan, pracangan di zona pracangan. Jadi lebih tertata dan mengikuti standar SNI,” imbuhnya.

Baca Juga : Pelapor Serahkan Tambahan Alat Bukti, Polres Lamongan Lanjutkan Pemeriksaan Perumahan Ababil Group

Untuk tahap pertama, pemindahan ditargetkan rampung setelah Lebaran. Sesuai arahan wali kota, pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan dan jembatan akan dipindahkan sementara ke bagian belakang agar akses jalan dan jembatan bisa kembali difungsikan.

Terkait pembiayaan, relokasi ini dilakukan secara swadaya oleh pedagang. Diskopindag berperan dalam pengawasan, penataan, dan penertiban.

Lokasi relokasi memiliki luas lahan sekitar 6.500 meter persegi dengan kapasitas penampungan sekitar 1.050 pedagang. Status lahan tersebut adalah sewa milik pribadi yang difasilitasi pemerintah.

“Biayanya Rp 133 juta per tahun dan langsung kontrak tiga tahun. Setelah itu bisa diperpanjang lagi. Ini untuk kepentingan masyarakat dan para pedagang,” pungkas Eko.


Topik

Pemerintahan, Wahyu Hidayat, pasar gadang, relokasi pasar gadang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette