Warga Keluhkan Jalur Perlintasan KAI Cerme Jadi Langganan Macet
Reporter
Syaifuddin Anam
Editor
A Yahya
12 - Feb - 2026, 01:03
JATIMTIMES - Perlintasan Kereta Api Indonesia (KAI) di Jalan Raya Cerme Lor, Kabupaten Gresik, kembali dikeluhkan warga. Perlintasan tersebut kerap menjadi titik kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan hampir setiap hari mengular hingga ratusan meter. Kondisi semakin parah ketika palang pintu tertutup saat kereta api melintas.
Baca Juga : KA Singosari Hantam Motor di Blitar, Warga Nglegok Tewas Seketika
Kemacetan diperburuk oleh penyempitan badan jalan di sekitar rel yang dinilai menjadi penyebab utama penumpukan kendaraan.
Putra, warga Benjeng yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut, mengaku kerap terjebak macet saat berangkat maupun pulang kerja.
"Kalau pagi sekitar pukul 06.00 sampai 08.00 pasti padat. Sore juga, paling parah sekitar pukul 16.00 ke atas. Begitu palang pintu tertutup, kendaraan langsung menumpuk panjang. Apalagi jalannya menyempit pas di rel," kata Putra, Rabu (12/2/2026).
Ia menambahkan, kemacetan bisa berlangsung cukup lama, terlebih saat truk-truk besar tetap melintas di jam padat.
"Kadang ada lebih dari satu kereta lewat dalam waktu berdekatan. Baru saja palang dibuka, tidak lama kemudian tutup lagi karena ada kereta susulan. Itu yang bikin antrean makin panjang," tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Ismanto, warga Cerme. Menurutnya, kondisi perlintasan saat ini sudah tidak sebanding dengan volume kendaraan yang terus meningkat, terutama kendaraan pekerja dan truk industri.
"Sekarang kendaraan makin banyak, apalagi jam berangkat dan pulang kerja. Jalan di sekitar rel terasa sempit, jadi arus dari dua arah saling berebut. Kalau ada truk besar, makin bikin macet," katanya.
Baca Juga : Pejalan Kaki Meninggal Ditabrak Pengendara Motor di Singosari saat Menyeberang Jalan
Ia berharap ada solusi konkret dari pemerintah daerah dan instansi terkait, seperti pelebaran jalan atau pembangunan flyover untuk mengurai kemacetan.
Menurutnya, keberadaan Tol Krian–Bunder belum sepenuhnya membantu mengurangi kepadatan di perlintasan tersebut.
"Tol sudah ada, tapi keluarnya sebelum perlintasan kereta. Harusnya bisa keluar di daerah Boboh atau Domas supaya arus tidak menumpuk di sini," keluhnya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh agar perlintasan tersebut tidak terus menjadi titik kemacetan kronis yang merugikan pengguna jalan.
"Semoga ada solusi, supaya berangkat dan pulang kerja tidak selalu kena macet. Sudah bertahun-tahun kondisinya seperti ini," pungkasnya.
