Kronologi Kasus Mohan Hazian, Owner Thanksinsomnia yang Diduga Lecehkan Model saat Photoshoot
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
09 - Feb - 2026, 04:19
JATIMTIMES - Nama Mohan Hazian mendadak ramai diperbincangkan publik setelah trending di platform X (dulu Twitter) pada Senin, 9 Februari 2026. Perbincangan itu mencuat usai beredar unggahan seorang perempuan yang mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual saat mendapatkan pekerjaan photoshoot untuk sebuah brand lokal.
Unggahan tersebut diberi tanda peringatan “TW SH/SA”, yang berarti Trigger Warning Sexual Harassment/ Sexual Assault. Hingga berita ini diturunkan, cerita tersebut dilihat oleh 10,3 juta pengguna dan langsung menyedot perhatian warganet.
Baca Juga : Pengakuan Korban Soal Dikeroyok 4 LC di Hiburan Malam Mojokerto
Dalam unggahannya, korban yang menggunakan akun @/aarummanis atau saa menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Mei 2025.
“Bulan Mei 2025, saya dapet job sebagai Talent untuk photoshoot/videoshoot untuk salah satu brand lokal terkenal dengan owner inisial M.” ceritanya.
Ia menyebut sesi photoshoot awalnya berjalan normal. Tidak ada kejanggalan selama proses pengambilan gambar. “Pada saat photoshoot tidak ada hal yang aneh dan semua berjalan lancar.” tambahnya.
Photoshoot tersebut dilakukan bersama dua fotografer, termasuk sang owner berinisial M, serta satu talent scouter yang menghubunginya untuk pekerjaan tersebut.
“Photoshoot dilakukan bersama 2 Photographer (termasuk owner M) dan 1 Talent Scouternya yang menghubungi saya.” ujarnya.
Masalah disebut mulai terjadi setelah sesi pemotretan selesai. Korban mengaku hendak pulang, namun mendapat ajakan makan dari owner.
“Setelah photoshoot selesai saya berencana pulang, kemudian owner menanyakan apakah saya mau makan disuatu tempat. Pada saat itu masih ada Talent Scouter.” ungkapnya.
Ia mengira ajakan tersebut sekadar bentuk keramahan profesional. Apalagi, saat itu talent scouter masih berada di lokasi.
“Saya yang lapar merasa hal ini merupakan friendly gesture mengiyakan ajakan tersebut. Saya mengira bahwa makan bersama akan dilakukan bertiga bersama Talent Scouter dan dilakukan di luar, talent scouter bilang kepada saya: ‘Aku taruh ini (peralatan photoshoot) dulu ya.’” katanya.
Namun situasi berubah ketika ia justru ditinggal berdua dengan owner. “Saya pun ditinggal sendiri bersama owner (M). Saya bingung karena saya berpikir bahwa kita semua akan makan di luar. Tetapi, saya dibawa masuk lagi ke area photoshoot.” ucapnya.
Korban sempat mempertanyakan hal itu.
“Saya bingung dan merasa curiga bertanya ‘Bukannya mau makan di luar? (Nama Talent Scouter) Dimana?’” tanyanya.
Ia mengaku pertanyaannya tidak digubris. “Owner (M) kemudian tidak menggubris pertanyaan saya dan bilang, ‘Iya, tunggu dulu di dalem, biar adem.’” ujarnya.
Situasi makin membuatnya curiga ketika owner menyebut makanan akan dipesan secara online.
Dalam unggahannya, korban menyebut dugaan pelecehan mulai terjadi setelah itu. Ia menegaskan sudah menolak, namun mengaku tetap dipaksa.
“Kemudian Owner M melancarkan aksinya dan mulai melecehkan saya. Saya dengan tegas mengatakan tidak, tetapi Owner M tetap tidak peduli.” ujarnya.
Korban menuturkan dirinya dipaksa untuk disentuh dan dicium. “Owner M memaksa untuk memegang saya, mencium saya, bahkan naik ke atas saya. Saya kemudian sekuat tenaga mendorong, mencakar, dan memukul M.” tulisnya.
Baca Juga : Dari Lumbung Desa ke Bank Tabungan: Transformasi Keuangan di Hindia Belanda
Ia mengaku sempat melawan, tetapi merasa situasi justru semakin berbahaya. “Kemudian Owner M semakin ganas dan jahat. Saya kemudian berpikir apabila saya melawan, Owner M akan semakin kasar kepada saya.” terang akun tersebut.
Dalam kondisi ketakutan, ia mencoba bersikap seolah-olah kooperatif demi bisa keluar dengan selamat. “Saya pada saat itu 90% yakin saya akan diperkosa.” jelasnya.
Korban juga menuliskan pernyataan yang disebut diucapkan terduga pelaku.
Dia bilang “Kok gak mau sih? Aku dah buka celana nih, udah malu nih aku.” demikian ungkap korban menirukan kata-kata pelaku.
Korban mengaku menangis dan memanggil ibunya, namun dugaan pelecehan tetap berlangsung. “Saya memalingkan badan, M menahan tangan dan naik ke atas saya, saya mulai menangis dan memanggil ibu saya, tetapi M tidak peduli dan tetap melecehkan saya.” ujarnya.
Ia bahkan menyebut tindakan tersebut membuatnya trauma hingga kini. “Beliau bahkan menjilat telinga saya, leher saya, saya masih jijik dan masih trauma sampai sekarang.” jelasnya.
Menurut pengakuannya, setelah kejadian itu ia diperbolehkan pulang. “Kemudian M berhenti. Kemudian saya dibiarkan pulang.” katanya.
Ia mengaku mengalami ketakutan luar biasa saat perjalanan pulang. “Saat saya pulang menggunakan Taxi Online, saya bahkan pipis di dalam taxi karena saya takut sekali.” ujarnya.
Korban menyebut dirinya tidak memiliki bukti kuat untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum. “Saya tidak meminta kalian mencari orang tersebut, atau saya tidak meminta ada keadilan karena saya sudah terlalu pesimis, saya tidak punya bukti. Saya hanya punya luka dan memori.” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan refleksi terkait kekerasan seksual. “Namun, saya tahu ada kekuatan di setiap cerita. Pelecehan seksual selalu tentang kontrol dan kekuasaan. Pelaku pelecehan seksual senang atas kontrol yang didapat korbannya tanpa konsen.” tutup korban.
Seiring viralnya unggahan tersebut, sejumlah komentar warganet menduga pelaku adalah Mohan Hazian yang dikaitkan dengan brand Thanksinsomnia. Beberapa warganet menyebut dugaan tersebut merujuk pada sosok owner brand berinisial M.
Video photoshoot yang diduga melibatkan korban juga dilaporkan telah dihapus dari akun resmi Thanksinsomnia.
Hingga berita ini ditulis, akun resmi Thanksinsomnia menutup kolom komentar. Langkah itu diduga dilakukan setelah akun tersebut digeruduk warganet.
Sementara itu, akun Instagram pribadi Mohan Hazian juga dipenuhi komentar dari netizen. Banyak warganet melontarkan kritik hingga hujatan atas dugaan yang beredar.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Mohan Hazian maupun Thanksinsomnia terkait tudingan tersebut. Media ini masih berupaya menghubungi untuk mendapatkan klarifikasi.
