Prabowo Izin Minum Kopi di Tengah Pidato Puncak Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang
Reporter
Irsya Richa
Editor
Nurlayla Ratri
08 - Feb - 2026, 10:35
JATIMTIMES - Pada puncak peringatan Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Kota Malang, suasana hangat dan penuh keakraban tercipta saat Presiden RI Prabowo Subianto berinteraksi langsung dengan ribuan warga Nahdliyin yang memadati lokasi acara, Minggu (8/2/2026). Antusiasme jamaah terlihat begitu besar, terutama ketika Prabowo sempat berencana mengakhiri sambutannya lebih cepat.
Momentum menarik terjadi ketika Prabowo memperhatikan para peserta yang tetap bertahan mengikuti rangkaian acara di bawah terik matahari. Bahkan ia sempat menyeka keringatnya di hadapan 107 ribu jamaah yang hadir.
Baca Juga : Kanker Payudara di Kota Batu Tembus 56 Kasus Setahun, Dinkes Sasar 1.300 Perempuan untuk Screening
Karena itu Prabowo kemudian menunjukkan kepeduliannya dengan berencana mempersingkat pidato agar jamaah tidak terlalu lama kepanasan. Namun, rencana tersebut justru disambut penolakan kompak dari para warga NU yang ingin Prabowo terus melanjutkan sambutannya.
Sorakan dukungan terdengar dari berbagai arah, menandakan besarnya antusiasme jamaah terhadap pesan yang disampaikan Presiden.
Melihat respons tersebut, Prabowo pun menanggapinya dengan santai dan penuh keakraban. Ia meminta izin sejenak untuk beristirahat sebelum melanjutkan pidato.
“Kalau bapak ibu masih berkenan saya lanjutkan, saya mohon izin sebentar untuk minum kopi dulu. Masih kuat mengikuti sampai selesai?” kata Prabowo yang langsung disambut riuh tepuk tangan dan sorakan jamaah.
Interaksi itu cair saat Prabowo menekankan pentingnya persatuan di kalangan para pemimpin sebagai fondasi kemajuan bangsa. Ia menilai perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam kehidupan bernegara, namun harus tetap berujung pada kebersamaan.
“Dalam perjalanan bangsa, perbedaan itu pasti ada. Namun, semua unsur kepemimpinan harus mengutamakan kepentingan rakyat dan menjaga kebersamaan sebagai kekuatan utama negara,” kata Prabowo.
Baca Juga : Prabowo Serukan Persatuan dan Kedamaian Bangsa Saat Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang
Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai kebijaksanaan yang diwariskan para ulama dan tokoh bangsa harus terus dijaga. Menurutnya, semangat saling menghormati dan mengedepankan musyawarah merupakan ciri khas bangsa Indonesia.
“Para pendahulu kita mengajarkan agar kita menempatkan persatuan di atas kepentingan pribadi. Itulah jati diri bangsa yang harus terus kita rawat,” tegas Prabowo.
Interaksi hangat antara Presiden dan warga Nahdliyin semakin mempererat suasana kebersamaan, sekaligus menunjukkan kedekatan Prabowo dengan masyarakat yang hadir dalam peringatan bersejarah organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
