Pemkot Surabaya Tetapkan 14 Ruang Publik Sebagai Lokasi Tampilan Seni

Editor

Dede Nana

01 - Feb - 2026, 10:47

Ilustrasi kesenian


JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menghidupkan ruang publik sebagai panggung ekspresi seni dan budaya. Melalui Surat Keputusan Wali Kota Nomor 100.3.3.3/185/436.1.2/2025 tentang Penggunaan Ruang Publik di Kota Surabaya untuk Lokasi Tampilan Seni, ditetapkan 14 titik ruang publik yang secara resmi menjadi lokasi pertunjukan seni bagi para seniman.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Heri Purwadi, menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk memberi ruang berkesenian sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di tengah masyarakat.

Baca Juga : Dana Hibah untuk KONI Terpangkas, Dispora Kabupaten Malang Maksimalkan Pembinaan Cabor Berbasis Prestasi

“Ruang publik kita jadikan bukan hanya tempat rekreasi, tapi juga ruang berekspresi bagi seniman. Ini menjadi wadah interaksi antara seni, masyarakat, dan pariwisata kota,” ujar Heri.

Sebanyak 14 lokasi yang ditetapkan meliputi Taman Surya Balai Kota, Taman Sejarah, Komplek Balai Pemuda, Taman Bungkul, Taman Suroboyo, Kawasan Tunjungan, Tugu Pahlawan, Adventure Land Romokalisari, Kebun Raya Mangrove, Taman Hiburan Pantai Kenjeran, eks Hi-Tech Mall, Taman Harmoni, Taman Cahaya, serta Kya-Kya Kembang Jepun. Di lokasi-lokasi tersebut, beragam pertunjukan seni rutin digelar, mulai dari musik akustik, reog, jaranan, angklung, hingga elektone.

Heri menjelaskan, beberapa titik seperti Balai Kota, Jalan Tunjungan, dan Balai Pemuda menjadi lokasi favorit para seniman karena berada di pusat kota dan relatif aman dari cuaca. Selain itu, pendapatan seniman dari aktivitas ngamen juga dinilai meningkat.

“Di beberapa titik, khususnya Balai Kota dan Tunjungan, antusiasme seniman sangat tinggi. Pengunjung ramai, sehingga berdampak langsung pada ekonomi para pengisi acara,” ungkapnya.

Sementara itu, lokasi seperti Taman Bungkul, Taman Suroboyo, Tugu Pahlawan, hingga THP Kenjeran menjadi magnet tersendiri untuk pertunjukan reog dan jaranan. Selain menyedot penonton, aktivitas ini juga berdampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik dari sektor parkir maupun tiket masuk kawasan wisata.

Baca Juga : Parkir Masih di Tepi Jalan, PKL Diingatkan Tak Serobot Badan Jalan di Alun-Alun Merdeka

“Tampilan seni ini bukan hanya soal hiburan, tapi juga menggerakkan ekonomi. Di Taman Bungkul dan Tugu Pahlawan, misalnya, penonton selalu ramai dan itu berdampak langsung ke sektor parkir dan kunjungan wisata,” kata dia.

Meski demikian, Heri mengakui masih ada sejumlah ruang publik yang belum teraktivasi secara optimal. Taman Sejarah baru sempat menggelar pertunjukan pada momentum Hari Pahlawan 2025, sementara eks Hi-Tech Mall dan Kebun Raya Mangrove Gununganyar masih membutuhkan konsep pengembangan dan koordinasi lanjutan.

“Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi dan penguatan konsep agar semua ruang publik bisa dihidupkan secara merata, sehingga seniman memiliki lebih banyak pilihan tempat tampil dan masyarakat semakin menikmati seni di ruang terbuka,” pungkasnya. 


Topik

Pemerintahan, pemkot surabaya, ruang publik, lokasi pertunjukan seni, kota surabaya,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette