Gus Iqdam Sebut Rajab Bulan Menanam, Apa Artinya?
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Yunan Helmy
03 - Feb - 2024, 02:13
JATIMTIMES - Pendiri Majelis Ta’lim Sabilu Taubah Muhammad Iqdam Kholid atau dikenal Gus Iqdam menyebut bulan Rajab adalah bulan untuk menanam. Uþmat muslim dianjurkan untuk menanam segala amal kebaikan.
Baca Juga : Jarang Ada yang Tahu, Ternyata Ini Alasan Kamar Mandi Hotel Berada Dekat Pintu Masuk
Diketahui, Rajab merupakan bulan ketujuh dalam kalender Hijriah. Rajab sendiri berasal dari kata at-tarjib yang artinya 'memuliakan'. Rajab juga diartikan sebagai bulan istimewa, karena merupakan salah satu bulan haram.
Mengapa bulan haram? Pasalnya kaum muslimin dilarang melakukan peperangan maupun perbuatan haram. Sebaliknya, selama bulan haram ini, umat muslim sangat dianjurkan untuk meningkatkan ketaatan dengan melakukan berbagai amal kebaikan. Misalnya puasa, salat malam, zikir dan memperbanyak selawat dengan harapan akan memperoleh keberkahan dari Allah SWT.
Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia tahun 2024 yang diterbitkan Kementerian Agama, tanggal 1 Rajab 1445 H jatuh pada Sabtu 13 Januari 2024. Sementara itu, bulan Rajab akan berakhir pada 29 Rajab 1445 atau bertepatan dengan hari Sabtu 10 Februari 2024. Oleh karenanya, hari ini, Sabtu (3/2/2024), masih masuk dalam bulan Rajab.
Menurut pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, itu, bulan Rajab adalah bulan menanam. Artinya, menanam segala hal baik agar mendapatkan rida dari Allah.
"Jadi, bulan Rajab seperti pokoknya menanam. Yang kuatnya bersedekah ya sedekah, yang kuatnya beribadah sunah. ibadahlah. Yang bisanya berbakti pada orang tuanya ya dimuliakan, yang bisanya semangat ngaji, semangatlah ngaji. Sudah seperti itu," ungkap Gus Iqdam, dikutip TikTok panutan umat.
Dan menurut Gus Iqdam, setelah bulan Rajab, yakni bulan Sya'ban adalah bulan yang cocok untuk menyiram tanaman yang ditanam.
Baca Juga : Klarifikasi Soal Cuitan Senggol Perceraian Ria Ricis, Kemal Palevi: Saya Nggak Bercanda
"Ruwah (Sya'ban) ini bulan yang cocok untuk menyirami tanaman. Maksudnya apa tanamanan pepohonan? Bukan. Tanaman kebaikan yang kalian tanam di bulan Rajab disirami dengan cara diistiqomahi di bulan Sya'ban atau Ruwah," tandasnya.
Sementara bulan setelah Sya'ban, yakni Ramadan, adalah bulan memanen tanaman. Menurut Gus Iqdam, ada hal yang bisa menjadi tanda. Yakni jika pada Rajab orangnya baik, Sya'ban istikamah pada kebaikannya, maka Ramadan pasti panen. Panen yang dimaksud adalah puasa gampang.
"Sebaliknya jika Rajab sudah tidak baik, apalagi Sya'ban, maka Ramadan jam 10 pagi sudah bikin status lapar. Ibadanya Ramadan berat," jelas Gus Iqdam.
"Namun jika Rajab mau ngaji, apa yang diperintahkan kiai dijalankan, maka besok Ramadan pasti akan panen," pungkas Gus Iqdam.
